logo


Sentil Ngabalin, Rocky Gerung: Dia Pejabat Negara, Kok Seneng Banget Rakyatnya Digusur

Rocky Gerung heran dengan sikap Tenaga ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang merasa senang dirinya hendak digusur oleh PT Sentul City.

19 September 2021 13:29 WIB

Rocky Gerung
Rocky Gerung Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini, Rocky Gerung bercerita terkait kasus sengketa lahan antara dirinya dengan PT Sentul City. Ia mengungkapkan bahwa awalnya ia mendapat surat terbuka dari seorang guru besar Universitas Gadjah Mada. Guru besar tersebut, kata dia, mengatakan bahwa kasus sengketa lahan disebabkan karena mulutnya tidak dijaga.

"Saya dapat suatu surat terbuka dari seorang guru besar atau pengajar senior di Universitas Gajah Mada, Hanoto siapa itu panjang namanya," ungkap Rocky  Gerung dalam video obrolan Rocky dengan Fadli Zon yang diunggah melalui channel YouTube Fadli Zon Official, yang dibagikan kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

"Dia ketua dewan pakar seknas Jokowi, dia bilang saudara Rocky itu dapat laknat. Karena mulutnya nggak bisa dijaga," sambungnya.


Rocky Gerung Diduga Beli Tanah Tanpa Sertifikat, Abu Janda: Rupanya Dia Raja Dungu

Ia mengaku heran dengan sikap seorang akademisi yang justru mempersempit masalah. Ia pun menyebut hal tersebut adalah kedunguan seorang guru besar.

"Jadi seorang akademisi yang harusnya paham bahwa ini hubungan political economy, yang di belakangnya ada modal kekuasaan, itu akhirnya menyempitkan pikirannya itu dengan saya itu dilaknat. Jadi kedunguan itu ada di kepala seorang PhD," ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku heran dengan sikap Tenaga ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang merasa senang dirinya hendak digusur oleh PT Sentul City.

"Apalagi Ngabalin kan. Ngabalin senang betul saya mau digusur. Padahal dia pejabat negara, kok senang rakyat digusur. Memang otaknya...," lanjutnya.

Rocky Gerung Diduga Bangun Rumah di Lahan Orang Lain, Ngabalin: Siapa Sesungguhnya yang Dungu dan Tolol?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati