logo


Ada Intervensi dari Taliban, Komisi HAM Afghanistan Tak Bisa Beroperasi

Komisi HAM Afghanistan mengatakan bahwa Taliban sudah ikut campur dalam kegiatan mereka

19 September 2021 10:21 WIB

Ilustrasi Pejuang Taliban
Ilustrasi Pejuang Taliban Sputniknews

KABUL, JITUNEWS.COM - Komisi Independen Hak Asasi Manusia Afghanistan (AIHRC) pada Sabtu (18/9) menyatakan bahwa Taliban sudah mengambil alih kantor dan berupaya ikut campur dalam pekerjaan mereka.

AIHRC juga mengaku ragu dengan keinginan Taliban untuk menghormati mandat organisasi tersebut yang bekerja secara independen tanpa memihak.

"Sejak 15 Agustus, AIHRC terus beroperasi di kantor tapi tidak dapat mengemban tugasnya untuk rakyat Afghanistan. Seluruh gedung kantor AIHRC telah diduduki oleh pejuang Taliban, yang juga sudah membuat sejumlah pertemuan dan menggunakan aset AIHRC seperti kendaraan dan komputer," kata komisi tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip Sputniknews.


ISIS Akui Bertanggung Jawab Atas Serangan Sabotase di Suriah

"AIHRC meminta kepada Taliban untuk menghormati independensi AIRHC dan stafnya serta semua pembela hak asasi manusia Afghanistan, yang telah bekerja tanpa lelah untuk melindungi hak-hak rakyat Afghanistan," tambah komisi itu.

Pada awal Agustus lalu, Taliban terus meningkatkan serangan mereka terhadap pasukan pemerintah Afghanistan. Mereka akhirnya berhasil memasuki ibu kota Kabul pada 15 Agustus dan mengambil alih pemerintahan. Pada 6 September, Taliban mengumumkan bahwa provinsi Panjshir, yang selama ini berada di dalam kekuasaan pihak anti-Taliban telah berada di bawah kendali mereka. Tak lama setelah itu, gerakan tersebut mengumumkan susunan pemerintahan sementara, dipimpin oleh Mohammad Hasan Akhund. Akhund sendiri sejak 2001 telah masuk dalam daftar penerima sanksi PBB.

Sudah Lebih dari Dua Bulan, tapi Aksi Demo Anti-Sertifikat Vaksin di Perancis Masih Terus Digelar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia