logo


Sudah Lebih dari Dua Bulan, tapi Aksi Demo Anti-Sertifikat Vaksin di Perancis Masih Terus Digelar

Selama sepuluh pekan berturut-turut, Warga Perancis terus menggelar aksi demo tolak sertifikasi vaksin Covid-19 sebagai syarat perjalanan dan penggunaan fasilitas umum

19 September 2021 07:49 WIB

Ratusan ribu warga Perancis di sejumlah kota menggelar aksi unjuk rasa menentang keputusan pemerintah menjadikan vaksin Covid-19 sebagai syarat untuk melakukan perjalanan atau menggunakan fasilitas umum
Ratusan ribu warga Perancis di sejumlah kota menggelar aksi unjuk rasa menentang keputusan pemerintah menjadikan vaksin Covid-19 sebagai syarat untuk melakukan perjalanan atau menggunakan fasilitas umum Sputniknews

PARIS, JITUNEWS.COM - Warga masyarakat Perancis yang menentang sertifikasi COVID-19 untuk syarat perjalanan dan penggunaan fasilitas umum, kembali menggelar aksi demonstrasi di sejumlah ruas jalan di kota Paris pada Sabtu (18/9). Aksi unjuk rasa tersebut sudah mereka gelar setiap akhir pekan sejak 10 pekan terakhir.

Menurut laporan media, setidaknya ada tiga gelombang aksi unjuk rasa yang digelar di Paris pada Sabtu (18/9) kemarin dengan jumlah massa mencapai 17 ribu, yang tentunya tidak sebesar pekan-pekan sebelumnya.

"(Presiden) Macron, kami tidak menginginkan sertifikat kesehatan anda," teriak para pendemo, dikutip Sputniknews.


Iran Desak Negara SCO Lawan Tindak Terorisme Ekonomi yang Dilakukan oleh Negara Barat

Menurut siaran televisi Prancis, BFMTV, aksi unjuk rasa juga digelar di beberapa kota dan secara keseluruhan diikuti oleh 80 ribu hingga 120 ribu massa.

Pada bulan Juli lalu, Presiden Emmanuel Macron telah mengumumkan serangkaian aturan pembatasan baru guna menahan laju penyebaran COVID-19, termasuk dengan memberlakukan sertifikasi vaksin atau hasil uji tes negatif COVID-19 sebagai syarat untuk melakukan perjalanan atau penggunaan fasilitas umum.

Langkah tersebut ditentang oleh sebagian rakyat Perancis. Mereka menilai sertifikasi vaksin sebagai syarat perjalanan merupakan tindakan diskriminatif.

 

ISIS Akui Bertanggung Jawab Atas Serangan Sabotase di Suriah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia