logo


Kapal AS Kembali Transit di Selat Taiwan, China: Mereka adalah Perusak Perdamaian

Militer China kembali mengecam pelayaran kapal militer AS di Selat Taiwan

19 September 2021 05:26 WIB

Kapal perang AS
Kapal perang AS Al Jazeera

BEIJING, JITUNEWS.COM - Komando Wilayah Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menyatakan bahwa mereka akan tetap bersikap waspada setelah kapal perusak Amerika Serikat, USS Barry, baru-baru ini melakukan transit melalui Selat Taiwan. Hal itu disampaikan oleh juru bicara militer China, Shi Yi, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (18/9).

"Provokasi AS yang sering semacam ini cukup menunjukkan bahwa mereka adalah perusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dan pencipta risiko keamanan di kawasan itu," kata Shi.

Juru bicara itu menambahkan bahwa setelah kapal perang Amerika berlayar melalui Selat Taiwan, unit Komando Teater Timur langsung melakukan "latihan tempur nyata", baik dari udara ataupun di atas laut di wilayah barat daya Taiwan. Menurut Shi, latihan perang tersebut melibatkan "kapal perang, dan sejumlah pesawat pembom".


Serangan Udara AS Tewaskan Warga Sipil Afghanistan, Media China: Kejahatan Perang

Pernyataan itu muncul setelah Angkatan Laut AS menyatakan bahwa kapal perusak mereka USS Barry melakukan transit "rutin" melalui Selat Taiwan pada hari Jumat (17/9) kemarin, yang dilaksanakan "sesuai dengan hukum internasional".

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun sesuai dengan undang-undang internasional,” kata Angkatan Laut AS.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan juga mengkonfirmasi jika kapal perusak AS tersebut melakukan transit di Selat Taiwan, dengan mengatakan kapal itu berlayar dari wilayah utara ke selatan.

Bukan China, AS Sebut Ancaman Terbesar Keamanan Eropa adalah Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia