logo


Serangan Udara AS Tewaskan Warga Sipil Afghanistan, Media China: Kejahatan Perang

Media China, The Global Times, meminta Mahkamah Internasional untuk menjatuhkan sanksi kepada AS atas tindak kejahatan perang yang dilakukan di Afghanistan

18 September 2021 18:53 WIB

Serangan udara AS tewaskan sepuluh warga sipil Afghanistan
Serangan udara AS tewaskan sepuluh warga sipil Afghanistan istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth McKenzie, telah mengakui bahwa serangan pesawat tak berawak AS di Kabul, Afghanistan pada 29 Agustus lalu "adalah kesalahan" dimana serangan tersebut menewaskan sebanyak 10 warga sipil termasuk tujuh orang anak-anak. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin juga menyampaikan "belasungkawa terdalamnya" kepada anggota keluarga korban dengan mengatakan, "kami akan berusaha untuk belajar dari kesalahan mengerikan ini."

Menanggapi pengakuan dari militer AS tersebut, media China The Global Times, menyebut jika serangan yang menewaskan warga sipil tersebut adalah bagian kecil dari tindak pelanggaran HAM yang dilakukan oleh AS terhadap rakyat Afghanistan dan Irak selama dua dekade terakhir.

"Kami percaya bahwa "serangan terakhir" oleh pasukan AS di Afghanistan hanyalah puncak gunung es mengenai "pembunuhan keliru" yang tak terhitung jumlahnya terhadap warga sipil di Afghanistan dan Irak selama 20 tahun terakhir, "kata The Global Times dalam sebuah op-ed. artikel.


AS Kecam Uji Coba Rudal Balistik Korut, Pyongyang: Standar Ganda

Media pemerintah China tersebut mendesak Mahkamah Internasional untuk mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi terhadap AS.

"Washington dengan tegas menolak penyelidikan kejahatan perang ICC terhadap pasukan AS dan mengancam sanksi terhadap hakim ICC. Sekarang saatnya bagi masyarakat internasional untuk mengatakan "Tidak" pada intimidasi AS. Serangan pesawat tak berawak itu ditujukan pada orang yang salah dan ini sangat jelas ketika serangan dimulai," tambahnya.

 

PM Lebanon Kecam Langkah Hizbullah Datangkan Pasokan Bahan Bakar dari Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia