logo


PM Lebanon Kecam Langkah Hizbullah Datangkan Pasokan Bahan Bakar dari Iran

Perdana Menteri Lebanon menilai pengiriman bahan bakar dari Iran tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan Lebanon.

18 September 2021 18:34 WIB

Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati
Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati istimewa

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, mengatakan bahwa pengiriman bahan bakar yang diimpor oleh kelompok militan Hizbullah dari Iran merupakan "pelanggaran kedaulatan Lebanon". Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara bersama CNN juga yang dirilis oleh kantor kepresidenan Lebanon dalam cuitan Twitter.

"Pelanggaran kedaulatan Lebanon membuat saya sedih," kata Mikati, dikutip Reuters.

Mikati menambahkan jika pihaknya tidak khawatir jika pengiriman bahan bakar dari Teheran tersebut membuat pemerintah Lebanon terancam dijatuhi sanksi dari AS. Pasalnya, pengiriman tersebut diupayakan oleh Hizbullah yang bukan merupakan bagian dari pemerintah Lebanon.


Dianggap Terlalu Lamban Tangani Proses Evakuasi dari Afghanistan, Menhan Belanda Resign

"Tetapi saya tidak khawatir bahwa sanksi dapat dikenakan pada Lebanon karena operasi itu dilakukan tanpa keterlibatan pemerintah Lebanon,"

Sebelumnya, pemimpin sayap politik kelompok militan Hizbullah, Hassan Nasrallah, secara sukarela telah mengajukan diri untuk ikut serta dalam upaya penanganan krisis bahan bakar minyak di Lebanon, dengan menanda-tangani perjanjian dengan Iran, yang merupakan sekutu terdekatnya.

"Kami akan melanjutkan proses ini selama Lebanon membutuhkannya, Tujuannya adalah untuk membantu seluruh rakyat Lebanon, (bukan hanya) Hizbullah yang merupakan pendukung Syi'ah," kata Nasrallah.

Pengiriman bahan bakar dari Iran menuju Lebanon tersebut dikecam oleh negara-negara barat, khususnya Amerika Serikat. AS sendiri juga sudah mengancam akan menjatuhkan sanksi bagi semua negara yang membeli minyak dari Iran.

AS Kecam Uji Coba Rudal Balistik Korut, Pyongyang: Standar Ganda

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia