logo


Commitment Fee Formula E Jakarta Terlalu Mahal Dibandingkan Negara Lain, PSI: Patut Dipertanyakan

Commitment fee Formula E yang dibebankan ke APBD Jakarta sebesar 122,102 Juta Poundsterling atau setara Rp2,4 triliun.

18 September 2021 05:30 WIB

Formula E
Formula E Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Fraksi PSI DPRD Jakarta heran biaya commitment fee Formula E Jakarta terlalu mahal jika dibandingkan dengan negara lain.

Politisi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengungkapkan commitment fee Formula E yang ditanggung APBD Jakarta sebesar 122,102 Juta Poundsterling atau setara Rp2,4 triliun.

Sedangkan di New York, Amerika Serikat tidak dibebani biaya commitment fee. Begitu pula dengan Roma, Italia yang bebas biaya commitment fee hingga penyelenggaraan tahun 2025.


Optimis Formula E Juni 2022, Riza Akui Tak Takut Ancaman Gugatan Internasional

“Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi dan jelas membebani APBD Jakarta,” kata Anggara dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9).

Selain itu, penyelenggaraan Formula E di Montreal, Kanada diketahui hanya terdapat biaya Nomination fees for the City of Montreal senilai C$151,000 atau setara Rp 1,7 miliar dan Race fees sebesar C$1.5 juta atau setara Rp 17 miliar. Jadi, total biayanya sebanyak Rp 18,7 miliar.

“Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakpro patut jeli dan mempertanyakan mengapa penerapan biaya komitmen fee di berbagai kota berbeda? Mengapa Montreal hanya membayar 5 persen dari biaya commitment fee yang ditagihkan Dispora?” ujar Anggara.

Sebagai informasi, Pemprov DKI wajib membayar biaya komitmen Formula E selama lima tahun berturut-turut. Berikut rinciannya:

- Sesi 2019/2020: 20 juta poundsterling
- Sesi 2020/2021: 22 juta poundsterling
- Sesi 2021/2022: 24,2 juta poundsterling
- Sesi 2022/2023: 26,620 juta poundsterling
- Sesi 2023/2024: 29,282 juta poundsterling

Biaya tersebut harus dilunasi sebagaimana tertuang di surat Dispora DKI ke Gubernur Anies Baswedan. Jika tidak, maka Pemprov DKI dianggap melakukan wanprestasi dan bisa digugat di Arbitrase Internasional Singapura.

Sentil Pemprov DKI soal Tugu Sepatu, Eko Kuntadhi: Gue Nungguin Tugu Kaos Kaki

Halaman: 
Penulis : Iskandar