logo


Utang RI Hampir Rp6 Ribu T, PKS Minta Pemerintah Hentikan Proyek Tak Penting

Salah satunya proyek yang diminta dihentikan adalah pembangunan Ibu Kota Negara baru.

17 September 2021 19:42 WIB

Anis Byarwati
Anis Byarwati pks.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politisi senior PKS Anis Byarwati meminta pemerintah tidak memaksakan diri menambah utang untuk proyek yang tidak penting. Terlebih negara saat ini masih dalam situasi sulit akibat pandemi Covid-19. Proyek yang ia soroti salah satunya pembangunan IKN.

“Tunda atau kalau perlu hentikan semua proyek tidak penting,” ujarnya, seperti dilansir dari Fajar.co.id, Jumat (17/9).

Diketahui, berdasarkan laporan Bank Indonesia, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Juli 2021 sebesar 415,7 miliar dollar AS atau setara Rp5.994,51 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS) atau tumbuh 1,7 persen (yoy).


Pengamat: Gerindra Sepertinya Anggap Anies dan PKS Bukan Levelnya

Anis lantas mengingatkan pemerintah agar mengelola utang dengan bijaksana. Menurutnya, pengelolaan ULN harus dioptimalkan dengan meminimalkan risiko gangguan stabilitas perekonomian.

Anggota Komisi XI DPR RI itu tak menampik jika tren penambahan utang dan biaya bunga yang melampaui pertumbuhan PDB serta penerimaan negara akan menjadi beban berat di masa mendatang.

“Artinya pemerintah memang harus sangat serius dalam mengelola utang yang sudah ada, bukan dengan terus menambah utang,” pungkasnya.

PKS Bicara Kemungkinan Duet Anies-Sandiaga di Pilpres 2024, Gerindra Malah Risih

Halaman: 
Penulis : Iskandar