logo


Australia Dapatkan Teknologi Kapal Selam Nuklir, dari AS, Rusia: Aneh

Diplomat Rusia meminta badan energi atom internasional untuk mengawasi semua kegiatan aliansi AUKUS yang beranggotakan Inggris, Amerika Serikat dan Australia

17 September 2021 20:00 WIB

Ilustrasi Kapal Selam
Ilustrasi Kapal Selam istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Duta Besar Rusia untuk organisasi internasional, Mikhail Ulyanov, mempertanyakan mengenai upaya non-proliferasi nuklir aliansi AUKUS yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia, terlebih setelah AS menyerahkan teknologi kapal selam nuklir kepada Australia.

"Pada saat yang sama, isu pelanggaran non-proliferasi nuklir sedang diangkat. Mengapa? Karena Amerika Serikat dan Inggris membutuhkan waktu 17 bulan untuk memutuskan bagaimana mereka akan membantu Australia [...] menguasai teknologi pembuatan kapal selam bertenaga nuklir. Dari sudut pandang non-proliferasi, ini adalah masalah yang sangat sensitif, karena kapal selam beroperasi dengan tingkat uranium yang sangat tinggi, yang pada prinsipnya dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir", kata Ulyanov kepada media Rusia, Rossiya 24.

Diplomat Rusia itu juga mengatakan bahwa "jelas bahwa dari sudut pandang politik", aliansi AUKUS "tampaknya ditujukan untuk menghadapi China" dan bahwa kegiatan pakta tersebut harus dipantau secara ketat oleh Badan Energi Atom Internasional, IAEA.


Iran Bakal Segera Gabung Organisasi CSO, Bersama China dan Rusia

Menurut dia, Rusia meminta Dewan Gubernur IAEA untuk menjaga situasi tetap terkendali setelah akuisisi teknologi nuklir Australia dalam aliansi AUKUS yang baru.

"Keputusan ini cukup tidak terduga dan aneh. Mencoba menilai situasi dari sudut pandang strategis, saya tidak mengerti mengapa Australia perlu memperoleh teknologi sensitif seperti itu sekarang. Tidak ada penjelasan rasional. Ini dapat menciptakan masalah skala global bagi rezim non-proliferasi nuklir ... Saya pikir kami akan fokus untuk memastikan bahwa tidak hanya Sekretariat IAEA dengan mekanisme inspeksinya tetapi juga Dewan Gubernur, sebagai badan pengatur, menjaga seluruh situasi tetap terkendali," tandasnya.

Gubernur Texas Sebut Joe Biden Justru Permudah Akses Masuk Imigran Ilegal ke AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia