logo


Tak Becus Tangani Evakuasi Warga Sipil dari Afghanistan, Menlu Belanda Akhirnya Mengundurkan Diri

Menteri Luar Negeri Belanda memutuskan untuk resign setelah dinilai terlalu lambat dalam mengambil keputusan perihal evakuasi warga sipil dari Afghanistan

17 September 2021 17:30 WIB

Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag, mengundurkan diri dari jabatan karena dianggap lamban menangani evakuasi warga sipil dari Afghanistan
Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag, mengundurkan diri dari jabatan karena dianggap lamban menangani evakuasi warga sipil dari Afghanistan Al Jazeera

AMSTERDAM, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag, pada Kamis (16/9) memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah menghadapi kritikan keras dari pihak parlemen atas langkah penanganannya terhadap proses evakuasi warga sipil Belanda dari Afghanistan.

“DPR menilai pemerintah (Belanda) telah bertindak tidak bertanggung jawab. Dan meskipun saya mendukung komitmen kami, saya hanya dapat menerima konsekuensi dari penilaian ini sebagai menteri dengan tanggung jawab utama," kata Kaag dalam sebuah pernyataan kepada parlemen, dikutip AFP.

Menurut sejumlah anggota parlemen dari partai oposisi menilai Kementerian Luar Negeri Belanda sangat lamban dalam mengambil tindakan terkait proses evakuasi staf diplomat Belanda dari kantor kedutaan besar di Kabul. Hal itu sangat membahayakan keselamatan para staf tersebut mengingat ibukota Afghanistan tersebut sudah berhasil dikuasai oleh kelompok militan Taliban.


Diskriminasi Rasial di Nagorno-Karabakh, Armenia Seret Azerbaijan ke Mahkamah Internasional

Terlepas dari hal itu, ratusan warga negara Belanda dilaporkan masih terjebak di Afghanistan karena sebelumnya gagal mencapai bandara internasional Kabul sebelum proses evakuasi diakhiri.

Sigrid Kaag dan Perdana Menteri Mark Rutte sebelumnya juga menyampaikan penyesalan mereka terkait isu tersebut. Kaag juga sudah mengakui bahwa dirinya membuat sejumlah kesalahan, mengingat tidak ada satu pun pihak yang mengira Taliban dapat dengan mudah mengambil alih Afghanistan sesaat setelah pemerintahan Ashraf Ghani kolaps.

Uni Eropa Bakal Bangun Proyek Perdagangan Internasional untuk Saingi China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia