logo


Uni Eropa Bakal Bangun Proyek Perdagangan Internasional untuk Saingi China

Presiden Uni Eropa mengatakan jika pihaknya akan menginisiasi proyek "Global Gateway" yang bertujuan untuk menghilangkan semua hambatan pada perdagangan global, mirip dengan proyek Belt and Road milik China

17 September 2021 17:00 WIB

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, mengumumkan proyek "Global Gateway", sebuah megaproyek yang bertujuan untuk menghilangkan semua halangan bagi perdagangan global, baik barang dan jasa.

"Kami ingin mengubah Global Gateway menjadi sebuah 'brand' tepercaya di seluruh dunia. Kami akan membangun kemitraan Global Gateway dengan negara-negara di seluruh dunia. Kami menginginkan investasi dalam infrastruktur berkualitas, menghubungkan barang, orang, dan layanan di seluruh dunia," kata Ursula, dikutip Sputniknews.

Proyek yang diinisiasi oleh Uni Eropa tersebut tentu saja mirip dengan proyek infrastruktur "jalur sutera" China, Belt and Road Initiative (BRI), yang juga memiliki tujuan yang sama, yakni menghilangkan hambatan arus barang, terutama ekspor dari China, dengan menyelaraskan undang-undang perdagangan, menghapus tarif, menciptakan gerbang transit, dan membangun infrastruktur transportasi baru yang menghubungan China dengan negara-negara di Asia dan Eropa.


Tak Mau Kalah dari Rusia, Ukraina Gelar Latihan Militer Gabungan bersama Negara NATO

Banyak negara Barat mengklaim bahwa China menggunakan investasi ini untuk meningkatkan hutang negara peserta dan memaksa mereka untuk menyelaraskan kebijakan, tidak hanya perdagangan, dengan Beijing.

Pidato pengumuman Global Gateway yang disampaikan oleh Ursula von der Leyen pada 15 September tersebut menekankan bahwa proyek Uni Eropa tersebut tidak sama dengan proyek 'BRI' Cina.

“Kami ingin membuat jaringan dan bukan ketergantungan! Kami sangat bagus dalam pembiayaan jalan. Tetapi tidak masuk akal bagi Eropa untuk membangun jalan yang sempurna antara tambang tembaga milik China dan pelabuhan milik China. Kami harus lebih pintar ketika datang ke jenis investasi ini," tambahnya.

Diskriminasi Rasial di Nagorno-Karabakh, Armenia Seret Azerbaijan ke Mahkamah Internasional

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia