logo


Tak Mau Kalah dari Rusia, Ukraina Gelar Latihan Militer Gabungan bersama Negara NATO

Ukraina, AS dan 15 negara anggota NATO pada pekan depan akan menggelar kegiatan latihan militer gabungan di wilayah Ukraina barat.

17 September 2021 16:00 WIB

Pasukan AS di Ukraina
Pasukan AS di Ukraina Sputniknews

KEIV, JITUNEWS.COM - Ukraina dan Amerika Serikat, pada pekan depan akan memulai kegiatan latihan militer gabungan di Ukraina barat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf militer Ukraina pada Kamis (16/9), beberapa hari setelah militer Belarusia dan Rusia terlebih dahulu menggelar latihan serupa dalam skala besar, Zapad-2021, yang membuat negara-negara Eropa, khususnya anggota NATO, khawatir.

Ukrian mengatakan jika latihan militer gabungan dengan AS yang diberinama "RAPID TRIDENT - 2021" akan melibatkan lebih dari 6 ribu personil tentara dari 15 negara anggota NATO. Kegiatan itu rencananya akan digelar hingga 1 Oktober 2021.

"Tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan aksi bersama sebagai bagian dari kekuatan multinasional selama operasi koalisi," kata militer Ukraina dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.


Akhiri Perang Saudara Berkepanjangan, Presiden Mesir Dukung Libya Segera Gelar Pemilu

Ukraina menganggap latihan militer dengan negara-negara Barat tersebut sebagai langkah penting bagi Kiev untuk masuk ke dalam keanggotaan NATO. Menurut Ukraina, dengan bergabung dengan NATO, maka hal itu akan memperkuat perlawanan Kiev terhadap agresi Rusia.

Hubungan Kiev dengan Moskow sudah memburuk sejak 2014 lalu setelah Rusia menginvasi wilayah semenanjung Krimea dari Ukraina dan mendukung separatis pro-Rusia di wilayah Donbass Ukraina. Perang tujuh tahun antara militer Ukraina dengan kelompok separatis yang didukung Moskow tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 13.000 orang.

Ukraina Sebut Pemilu Parlemen Rusia Melanggar UU Internasional

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia