logo


Tak Setuju soal Mundurnya Pemilu 2024, PKB: Kalau Hasilnya Buruk, Parpol yang Kena Getahnya

Luqman menilai bahwa waktu yang pendek hanya akan membuat KPU maupun partai politik membuat keputusan yang instan.

17 September 2021 04:45 WIB

Luqman Hakim
Luqman Hakim twitter.com/LuqmanBeeNKRI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim mengaku tidak setuju dengan usulan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang meminta pemungutan suara Pemilu 2024 diundur pada bulan April atau Mei. Menurutnya, waktu tersebut terlalu mepet dengan pelaksanaan Pilkada yang rencananya akan diselenggarakan pada November 2024.

"Pelaksanaan pemilu tahun 2024 harus dipertimbangkan betul agar tersedia jeda waktu antara penetapan hasil pemilu yang final dengan tahapan pemilihan atau pilkada," kata Luqman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/9).

Luqman menilai bahwa waktu yang pendek hanya akan membuat KPU maupun partai politik membuat keputusan yang instan. Ia pun meminta agar pemerintah memberi waktu yang cukup untuk masyarakat menentukan calon kepala daerah.


Bicara Soal Waktu Pemilu 2024, Mendagri: Dapat Mengakibatkan Mulai Memanasnya Suhu Politik

"Waktu yang pendek pasti akan memaksa keputusan-keputusan yang sifatnya instan. Ketika partai menetapkan calon kepala daerah instan, transaksional seperti yang dibilang Mendagri, mahal biayanya, outputnya cenderung korupsi, tentu kita enggak mau ini terjadi," ujar Luqman.

"Karena itu beri kesempatan pada masyarakat, partai politik yang cukup untuk memproses calon-calon kepala daerah. Kalau Mei menuju Agustus sangat mepet, nanti kalau hasilnya buruk parpol lagi yang dapat getahnya," lanjut politikus PKB itu.

 

JoMan Dukung Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024, PKB: Caper Terus

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati