logo


Arab Saudi Ancam Jatuhkan Denda Hingga Rp 381 Juta bagi Pelanggar Aturan Protokol Kesehatan

Untuk menekan laju peningkatan kasus infeksi Covid-19 dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan, pemerintah Arab Saudi memberlakukan sanksi denda hingga Rp 381 juta bagi pelanggar aturan pencegahan Covid-19

16 September 2021 21:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

RIYADH, JITUNEWS.COM - Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi pada Kamis (16/9) mengumumkan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi denda yang cukup besar bagi semua orang yang kedapatan melanggar aturan protokol kesehatan guna menekan penyebaran wabah Covid-19.

"Semua orang yang menolak atau melanggar aturan protokol kesehatan seperti melakukan sosial distancing, pemeriksaan suhu tubuh saat memasuki fasilitas umum, serta tidak menggunakan masker merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebijakan pencegahan Covid-19 yang diberlakukan oleh pihak kerajaan," kata Kemendagri Arab Saudi dalam cuitan Twitternya.

Dilansir dari situs Al Arabiya pada Kamis (16/9), Kementerian tersebut menambahkan jika Sanksi berupa denda tersebut nilainya mencapai seribu riyal atau setara dengan Rp 3,81 juta dan akan digandakan jika seseorang tersebut kembali melakukan pelanggaran, dimana sanksi maksimalnya mencapai 100 ribu riyal.


Jalani Isoman, Vladimir Putin Akui Ada Belasan Bawahannya yang Terinfeksi Covid-19

Pada awal pekan ini, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi (GACA) telah mengeluarkan sejumlah pembaharuan dalam aturan yang diberlakukan bagi para pelancong yang akan masuk ke dalam wilayahnya. Aturan tersebut berlaku bagi semua orang, termasuk warga negara Arab Saudi sendiri maupun warga negara asing.

Aturan yang akan efektif diberlakukan mulai 23 September mendatang tersebut diantaranya:

Mereka yang belum divaksinasi dan mereka yang telah mengambil satu dosis vaksin COVID-19, dan mereka yang telah mengambil vaksin COVID-19 yang tidak disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Arab Saudi, atau vaksin yang disetujui oleh WHO tetapi tidak disetujui oleh Kerajaan harus melakukan:

• Menyerahkan tes PCR negatif, diberikan tidak lebih dari 72 jam sebelum jadwal keberangkatan.
• Harus dikarantina di rumah selama lima hari setibanya di Arab Saudi.
• Tes PCR akan dilakukan pada hari pertama dan kelima setelah kedatangan mereka.
• Masa karantina berakhir setelah seseorang tersebut dinyatakan negatif Covid-19.
• Harus mematuhi aturan karantina COVID-19 yang berlaku.

Sementara untuk mereka yang telah menggunakan vaksin COVID-19 yang disetujui oleh WHO tetapi tidak disetujui di Arab Saudi (vaksin Sinopharm, Sinovac) harus mendapatkan dosis booster dari salah satu vaksin yang tersedia di Kerajaan setelah kedatangan.

 

Soal Rencana Investigasi Kejahatan HAM, Duterte Nggak Akan Ijinkan Pejabat ICC Masuk ke Filipina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia