logo


Jalani Isoman, Vladimir Putin Akui Ada Belasan Bawahannya yang Terinfeksi Covid-19

Munculnya kasus infeksi Covid-19 di istana kepresidenan Rusia ternyata jauh lebih buruk daripada yang dilaporkan sebelumnya.

16 September 2021 20:15 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin reuters

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Munculnya klaster virus Covid-19 di Kremlin yang memaksa Vladimir Putin melakukan isolasi mandiri jauh lebih buruk daripada yang dilaporkan sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh sang presiden sendiri.

Dalam sebuah konferensi virtual yang digelar pada Kamis (16/9), Putin mengatakan kepada sejumlah pemimpin dunia alasanya tidak dapat menghadiri secara langsung pertemuan KTT organisasi Kesepakatan Keamanan Kolektif (CSTO) yang digelar di ibukota Tajikistan, Dushanbe.

"Hal ini dikarenakan fakta bahwa di lingkaran dalam saya, seperti yang anda tahu, kasus (infeksi) virus Corona sudah teridentifikasi, dan ini tidak hanya satu atau dua orang, tapi belasan orang," kata Putin, dikutip RT.com.


Pakistan Minta Komunitas Internasional Beri Waktu Taliban untuk Realisasikan Janji-janjinya

"Alhasil, kini kami harus memeriksa aturan isolasi mandiri untuk beberapa hari ke depan," tambahnya.

Pada Selasa (14/9), Putin mengumumkan bahwa ia sudah membatalkan rencana kunjungannya setelah sejumlah bawahannya teruji Covid-19. Putin bahkan mengakui ia sudah melakukan kontak dengan beberapa orang yang terinfeksi virus tersebut sepanjang hari.

Sementara itu, kantor kepresidenan Rusia menyatakan bahwa meski Putin sudah melakukan kontak dengan mereka yang terinfeksi Covid-19 dan kini menjalani isolasi mandiri, namun kondisi pemimpin Rusia tersebut sangat sehat. Putin sendiri diketahui sudah menerima dua dosis vaksin Sputnik V pada Juni lalu.

"Tentu saja kami tahu siapa yang jatuh sakit dalam rombongan presiden dan isolasi mandiri tersebut tidak secara langsung mempengaruhi (jadwal) kerja sang Presiden," kata Jubir Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan.

"Tapi, hanya saja beliau untuk sementara waktu tidak bisa menghadiri pertemuan secara personal. Tapi hal itu tidak mempengaruhi frekuensi (pertemuan) dan presiden akan melanjutkan kegiatannya melalui video-konferens," tambahnya.

Puluhan Mantan Diplomat Afghanistan Desak Komunitas Internasional Tak Akui Pemerintahan Taliban

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia