logo


Pakistan Minta Komunitas Internasional Beri Waktu Taliban untuk Realisasikan Janji-janjinya

PM Pakistan meminta seluruh komunitas internasional untuk memberikan waktu bagi Taliban untuk merealisasikan janji yang mereka buat untuk rakyat Afghanistan

16 September 2021 18:30 WIB

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan Al Jazeera

ISLAMABAD, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengatakan jika komunitas internasional harus memberikan waktu bagi Taliban untuk menyediakan hak asasi manusia yang setara di Afghanistan dan mengambil pendekatan berbasis insentif ketika berhadapan dengan kelompok yang kini menguasai pemerintahan Afghanistan itu.

“Adalah kesalahan untuk berpikir bahwa seseorang dari luar akan memberikan hak-hak perempuan Afghanistan. Wanita Afganistan itu kuat. Beri mereka waktu. Mereka akan mendapatkan hak mereka," kata Khan dalam wawancara dengan CNN yang dirilis pada Rabu (15/9).

PM Pakistan tersebut juga menekankan pentingnya pemerintahan di Afghanistan dan bagaimana dunia harus "memberi insentif" kepada Taliban untuk mengambil tindakan yang benar.


Pejuang Taliban Temukan Rudal Peninggalan Uni Soviet di Lembah Panjshir

“Tidak ada pemerintahan boneka di Afghanistan yang didukung oleh rakyat. Jadi daripada duduk di sini dan berpikir bahwa kita bisa mengendalikan mereka, kita harus memberi mereka insentif. Karena Afghanistan, pemerintahan saat ini, jelas merasa bahwa tanpa bantuan dan bantuan internasional, mereka tidak akan mampu menghentikan krisis ini. Jadi kita harus mendorong mereka ke arah yang benar,” katanya.

Taliban diketahui sudah mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada 15 Agustus dan telah mengumumkan pemerintahan sementara yang terdiri dari tokoh-tokoh seniornya.

Sejak mengambil alih, kelompok tersebut sudah berjanji akan merehabilitasi citra garis keras mereka di era 1996-2001, dengan memberikan amnesti kepada warga Afghanistan yang bekerja untuk pemerintah asing selama periode invasi NATO dan berjanji untuk melindungi hak-hak perempuan sesuai dengan syariah Islam.

Militer Perancis Berhasil Eliminasi Pimpinan ISIS Afrika Utara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia