logo


Bicara Soal Waktu Pemilu 2024, Mendagri: Dapat Mengakibatkan Mulai Memanasnya Suhu Politik

Pemerintah mengusulkan pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan pada April atau Mei 2024

16 September 2021 13:28 WIB

jpnn.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan bahwa pemerintah mengusulkan pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan pada April atau Mei 2024.

"Pemerintah mengusulkan agar pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan pada April atau Mei 2024," kata Tito dalam Rapat Kerja dengan Kemendagri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/9).

Berdasarkan kesepakatan hasil rapat konsiyering Tim Kerja Bersama, pileg dan pilpres dilaksakan pada 21 Februari 2024. Sedangkan pilkada pada 27 November 2024.


Dukung 'Ganjar The Next Jokowi', JoMan: Punya Potensi Besar untuk Jadi Presiden

Tito mengatakan bahwa rangkaian tahapan Pemilu 2024 akan maju ke Juni 2022 apabila pemungutan suara digelar 21 Februari 2024. Tito menyebut hal itu adalah konsekuensi dari aturan tahapan pemilu dimulai 20 bulan sebelum pemungutan suara.

Menurutnya, hal itu bisa mengakibatkan suhu politik memanas dan berdampak pada keamanan serta kelancaran program pembangunan.

"Hal ini dapat mengakibatkan mulai memanasnya suhu politik nasional dan daerah yang dapat berdampak pada aspek keamanan serta kelancaran pelaksanaan program pembangunan pusat dan daerah," katanya.

Tito meminta penentuan waktu pemungutan suara diputuskan dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR sebelum memasuki masa reses Dewan pada 8 Oktober.

"Pemerintah akan segera melaksanakan rapat internal lintas kementerian/lembaga dilanjutkan dengan rapat tim konsinyering dengan penyelenggaran pemilu dan DPR," ucapnya.

Bawa Bukti Tambahan, Partai Demokrat Kawal Sidang Gugatan Kubu Moeldoko

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata