logo


Kritik Aplikasi Peduli Lindungi di Mal, PKS: Ini Seperti Formalitas Saja

Netty menilai bahwa aplikasi Peduli Lindungi tidak bisa memberikan hasil yang akurat

16 September 2021 05:00 WIB

Wakil Ketua Fraksi PKS, Netty Prasetiyani
Wakil Ketua Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Dok. PKS

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani mengkritik aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat aktivitas. Menurutnya, aplikasi tersebut hanya digunakan sebagai formalitas. Pasalnya, kata dia, masih ada masyarakat yang berstatus hitam berkeliaran di sejumlah fasilitas publik seperti mal.

"Tidak semua penjaga pintu memperhatikan dengan seksama hasil scanning barcode. Bahkan ada mal yang pengunjungnya bisa masuk tanpa melewati deteksi barcode. Ini seperti formalitas saja, bukan benar-benar untuk menyaring pengunjung yang sehat dan tidak," kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/9/2021).

Netty mengatakan bahwa status hitam dalam aplikasi Peduli Lindungi memiliki dua kemungkinan, yakni positif Covid-19 atau kontak erat dengan pasien Covid-19. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu kelemahan aplikasi PeduliLindungi.


Jokowi Perintahkan Jangan Akhiri PPKM Sampai Covid-19 Bisa Terkendali

"Status pengunjung bisa otomatis berubah menjadi hitam saat sudah berada di dalam mal ketika terdeteksi menjadi kontak erat. Jadi perubahan status bukan karena tes swab antigen atau swab PCR tapi lebih pada otomatisasi aplikasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Netty menilai bahwa aplikasi Peduli Lindungi tidak bisa memberikan hasil yang akurat. Ia lantas menyinggung status 'hijau' pada aplikasi yang berarti telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Padahal, kata dia, orang yang sudah divaksin masih ada kemungkinan terpapar Covid-19.

"Tidak melakukan tes Covid-19 dan tidak menjadi kontak erat. Dia akan bebas masuk ke dalam mal maupun fasilitas publik lainnya," jelas Netty.

"Padahal bisa saja dia sudah terpapar, namun tidak diketahui, karena tanpa gejala dan tidak dilakukan tes. Bukankah tidak ada jaminan orang yang sudah vaksin tidak akan terinfeksi," pungkasnya.

 

Stafsus Presiden Dianggap Hina Pesantren, Begini Reaksi PKS

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati