logo


Duo Korea Gelar Uji Coba Rudal Balistik, Tapi Hanya Pyongyang yang Dikecam AS

Kementerian Luar Negeri AS hanya mengecam uji coba peluncuran rudal balistik yang dilakukan oleh Korea Utara saja, meski di hari yang sama Korea Selatan juga menggelar kegiatan serupa

15 September 2021 21:00 WIB

Rudal Balistik Korea Utara
Rudal Balistik Korea Utara istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat mengecam peluncuran rudal yang dilakukan oleh militer Korea Utara pada Rabu (15/9), dan mengatakan jika kegiatan itu melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB dan menimbulkan ancaman bagi tetangganya dan masyarakat internasional. Hal itu disampaikan oleh seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Baik Korea Utara dan Korea Selatan diketahui melakukan uji coba rudal balistik di hari yang sama, dimana hal itu semakin menunjukkan adanya persaingan kedua negara dalam perlombaan senjata yang semakin canggih. Sementara itu, peluncuran rudal tersebut tentu saja membuat upaya AS untuk menggelar pembicaraan guna meredakan ketegangan di kawasan terbukti sia-sia.

Menurut laporan dari sejumlah pejabat Korea Selatan dan Jepang, militer Korea Utara telah melakukan uji coba sepasang rudal balistik yang mendarat di laut lepas pantai timurnya pada Rabu (15/9) ini atau beberapa hari setelah negara itu menguji rudal jelajah yang diyakini memiliki kemampuan nuklir.


Nord Stream 2 Bisa Bikin Harga Gas Alam di Eropa Kembali Seimbang

"Kami tetap berkomitmen untuk pendekatan diplomatik ke DPRK (Republik Demokratik Korea) dan meminta mereka untuk terlibat dalam dialog. Komitmen kami untuk membela Republik Korea dan Jepang tetap kuat," kata juru bicara Kemenlu AS dikutip Reuters.

Korea Utara terus mengembangkan sistem senjatanya di tengah kebuntuan pembicaraan yang bertujuan untuk melucuti persenjataan nuklir dan rudal balistiknya dengan imbalan adanya keringanan sanksi AS. Negosiasi bilateral, yang dimulai antara mantan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 2018 tersebut telah terhenti sejak 2019.

Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan akan mengeksplorasi jalur diplomasi untuk mencapai tujuan denuklirisasi penuh Korea Utara tetapi tidak akan mencari kesepakatan besar dengan Kim.

Sementara itu, terkait ui coba rudal balistik Korea Selatan yang diluncurkan kapal selam (SLBM) tidak mendapat tanggapan dari juru bicara Kemenlu AS tersebut.

Bos Huawei Ungkap Strategi Baru Hadapi Tekanan dan Sanksi AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia