logo


Perang Nuklir Bisa Hancurkan Dunia, AS Harus Cegah Konflik Militer dengan China dan Rusia

Seorang petinggi militer AS memperingatkan pemerintah AS untuk semaksimal mungkin mencegah terjadinya konflik militer dengan Rusia dan China

15 September 2021 19:00 WIB

Ilustrasi ledakan bom atom atau nuklir
Ilustrasi ledakan bom atom atau nuklir istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Seiring dengan meningkatnya jumlah senjata nuklir dan banyaknya negara yang mulai meningkatkan kemampuan persenjataannya, salah seorang pejabat senior AS mengatakan jika dunia saat ini perlu meredakan ketegangan dan mencegah terjadinya bencana nuklir.

Berbicara dalam sebuah pertemuan di Washington pada Senin awal pekan ini, Wakil Kepala Staf Militer AS, Jenderal John E. Hyten, memperingatkan tentang bahaya yang ditimbulkan jika AS benar-benar terlibat konflik militer dengan Rusia dan China.

"Kita tidak pernah bertempur melawan Uni Soviet...tujuan kita adalah untuk tidak pernah terlibat perang dengan China dan Rusia," katanya, dikutip RT.com.


Tiga Personil Intel AS Akui Nyambi Jadi Hacker untuk Perusahaan Uni Emirat Arab

Menurut Hyten, konflik militer AS dengan China atau Rusia tersebut dapat "menghancurkan seluruh dunia dan perekonomian global".

"Ini akan sangat sulit bagi semua orang dan kita harus memastikan kita tidak akan masuk ke jalur itu," tambahnya.

Meski Hyten menambahkan perjanjian antara Moskow dan NATO setelah runtuhnya Uni Soviet menyatakan jika "RUsia tidak dianggap sebagai ancaman". Namun, ia menyebut Rusia saat ini terus memodernisasi senjata nuklirnya.

"Hal ini, adalah karena mereka khawatir dengan AS," lanjutnya.

Pada bulan Desember 2020 lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov memperingatkan bahwa Washington lah yang selama ini meningkatkan risiko terjadinya eskalasi fatal dengan menempatkan senjata nuklirnya di wilayah Eropa.

Ryabkov mengatakan Kremlin "berharap bahwa Amerika Serikat akan berhenti 'berbagi' senjata nuklir dengan sekutunya, dan berhenti menyebarkan senjata nuklir di negara-negara yang tidak memiliki senjata semacam itu... Jelas, ini mengarah pada destabilisasi; selain itu, risiko baru akan muncul."

 

AS Diminta Hapus Nama Petinggi Taliban dari Daftar Teroris dan Cairkan Aset Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia