logo


AS Diminta Hapus Nama Petinggi Taliban dari Daftar Teroris dan Cairkan Aset Afghanistan

Menteri Luar Negeri pemerintahan sementara Afghanistan meminta AS untuk mencairkan aset milik Afghanistan serta mencoret sejumlah petinggi Taliban dari daftar hitam terorisnya

15 September 2021 18:30 WIB

Taliban
Taliban twitter.com

KABUL, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi pada Selasa (14/9) menuntut pemerintah AS untuk segera menghapus para pemimpin kelompok itu dari daftar terorisme dan mendesak AS untuk segera mencairkan aset Afghanistan.

AS selama ini telah memasukkan banyak pemimpin Taliban ke daftar anggota teroris, termasuk Menteri Dalam Negeri yang baru diangkat dari pemerintah kelompok itu, Sirrajudin Haqqani.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, Haqqani mengaku merencanakan serangan Januari 2008 di Hotel Serena Kabul yang menewaskan seorang warga AS dan lima orang lainnya. Dia ditetapkan sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Khusus di bawah Perintah Eksekutif 13224 pada Maret 2008.


Intelijen AS Prediksi Al Qaeda Bisa Kembali Ancam AS dalam Waktu Dekat

Departemen Luar Negeri AS juga telah menawarkan hadiah sebesar $10 juta bagi siapapun yang bersedia memberikan informasi tentang Haqqani.

Muttaqi juga menuntut AS mencairkan aset Afghanistan untuk membantu rezim Taliban menjalankan pemerintahan di negara yang saat ini tengah dilanda krisis ekonomi parah itu. Ia juga mendesak Washington untuk tidak mencampuradukkan masalah kemanusiaan dengan politik.

“Kami memberikan jalan yang aman bagi tentara AS untuk meninggalkan Afghanistan, tetapi alih-alih berterima kasih kepada kami, AS malah membekukan aset Afghanistan,” ujarnya, dilansir Al Arabiya.

AS membekukan hampir $ 10 miliar emas Afghanistan, investasi dan cadangan mata uang asing setelah Taliban menguasai negara itu pada 15 Agustus.

Departemen Keuangan AS mengatakan awal bulan ini bahwa pihaknya telah memberikan lisensi yang memberi wewenang kepada pemerintah AS dan mitranya untuk terus memfasilitasi bantuan kemanusiaan di Afghanistan. Lisensi ini juga memberikan ijin kepada Western Union, perusahaan pengiriman uang terbesar di dunia, dan lembaga keuangan lainnya untuk melanjutkan pemrosesan pengiriman uang pribadi ke Afghanistan dari para migran di luar negeri.

 

Tiga Personil Intel AS Akui Nyambi Jadi Hacker untuk Perusahaan Uni Emirat Arab

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia