logo


Intelijen AS Prediksi Al Qaeda Bisa Kembali Ancam AS dalam Waktu Dekat

Sejumlah intelijen Amerika Serikat terus mengawasi potensi pergerakan kelompok teroris Al Qaeda di Afghanistan

15 September 2021 17:30 WIB

Pelaku terorisme.
Pelaku terorisme. Shutterstock

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Direktur Lembaga Intelijen Pertahanan AS (DIA), Scott Berrier, pada Selasa (14/9) mengatakan jika kelompok teroris Al Qaeda kemungkinan besar akan kembali mampu menghadirkan ancaman teror terhadap wilayah Amerika Serikat dari Afghanistan dalam waktu satu atau dua tahun mendatang.

"Penilaian terakhir memungkinkan satu atau dua tahun lagi bagi Al Qaeda untuk membangun sejumlah kemampuan yang setidaknya dapat mengancam tanah air kita," kata Berrier, dikutip The New York Times.

Ia menambahkan jika komunitas intelijen AS perlu kembali membangun kemampuan pengumpulan informasi intel di wilayah Afghanistan sekaligus meningkatkan kemampuan untuk mengawasi perkembangan China dan Rusia.


Bill Gates Ingatkan Dunia Tak Akan Siap Hadapi Pandemi Baru

Sementara itu, Wakil Direktur Badan Intelijen Internasional AS, CIA, David Cohen, mengatakan bahwa pihaknya terus mengawasi potensi pergerakan Al Qaeda di Afghanistan.

Sebelumnya, Taliban sudah berjanji untuk memutus hubungannya dengan kelompok Al Qaeda guna mencegah Afghanistan kembali menjadi negara sarang teroris. Janji tersebut merupakan bagian dari kesepakatan mereka dengan Amerika Serikat di Doha, Qatar, pada Februari 2020 lalu. Sebagai gantinya, AS akan menarik seluruh pasukan militernya dari Afghanistan, dan komitmen AS itu sudah dilakukan pada akhir Agustus lalu.

Kehadiran Pasukan AS di Suriah adalah Sebuah Invasi, Rusia: Kami Menentangnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia