logo


Kehadiran Pasukan AS di Suriah adalah Sebuah Invasi, Rusia: Kami Menentangnya

Wakil menteri luar negeri Rusia menyebut kehadiran pasukan militer AS di wilayah timur Suriah adalah sebuah bentuk invasi atau pendudukan yang melanggar undang-undang internasional

15 September 2021 17:00 WIB

Tentara AS di Suriah
Tentara AS di Suriah alwaght

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, pada Selasa (14/9) memperingatkan jika kehadiran pasukan militer AS di kawasan timur Suriah secara de facto menunjukkan jika Washington telah menginvasi sebagian teritori negara tersebut. Ia mengatakan jika tindakan AS tersebut melanggar undang-undang internasional.

"Salah satu alasan utama ketidakstabilan dan kelanjutan konflik di Suriah adalah kehadiran ilegal Amerika Serikat di negara itu," kata Ryabkov kepada RT Arabic, Selasa (14/9).

"Saya pikir di gudang senjata mereka ada skenario pemisahan de facto Suriah. Kami menentangnya dan bertindak sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang ada, yang telah mengkonfirmasi integritas teritorial Suriah," tambahnya.


AS Sudah Tertipu oleh Pakistan selama Periode Invasi Afghanistan

Pasukan AS sudah diterjunkan ke wilayah Suriah sejak akhir 2015 lalu, saat Presiden Barack Obama mengerahkan pasukan khusus untuk mendukung pasukan militan Kurdish dalam melawan kelompok teroris ISIS. Setelah ISIS dipaksa keluar dari wilayah Irak, lebih banyak pasukan AS datang ke Suriah. Mereka bahkan mulai membangun sejumlah pangkalan militer di dekat sumur minyak Suriah.

Pada 2018 lalu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan jika AS akan tetap mengoperasikan pasukannya di Suriah hingga mereka berhasil meruntuhkan rezim Presiden Bashar Al Assad, sekaligus mencegah terbentuknya kembali sel ISIS. Meski demikian, ia juga menyebut jika AS berniat untuk tetap berada di negara itu untuk menjaga peran Iran di kawasan tetap lemah.

Di sisi lain, Iran juga mengerahkan pasukan militer ke negara tersebut setelah mendapatkan permintaan dari pemerintah Suriah untuk membantunya melawan ISIS dan organisasi teroris lainnya. Ironisnya, banyak dari kelompok teroris tersebut didanai dan mendapatkan pelatihan dari AS.

 

Bill Gates Ingatkan Dunia Tak Akan Siap Hadapi Pandemi Baru

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia