logo


Sesalkan Polisi Tangkap Warga Bentang Poster ke Jokowi, Amnesty International: Sangat Berlebihan

Hal ini mengingat warga tersebut hanya membawa poster berisi aspirasi yang ingin disampaikan ke presiden secara damai

15 September 2021 12:24 WIB

Polisi mengamankan jalannya pembongkaran di kawasan Luar Batang, Jakarta, Senin (11/4)
Polisi mengamankan jalannya pembongkaran di kawasan Luar Batang, Jakarta, Senin (11/4) JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Amnesty International Indonesia menyoroti kasus penangkapan beberapa warga yang membawa poster saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Blitar, Jawa Timur dan Solo, Jawa Tengah.

Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid menilai hal itu sangat mengherankan.

Hal ini mengingat warga tersebut hanya membawa poster berisi aspirasi yang ingin disampaikan ke presiden secara damai namun malah dianggap sebagai ancaman sehingga harus ditangkap atau ‘diamankan’ oleh aparat kepolisian.


Tak Berbekal Izin Polisi, HUT Demokrat Kubu Moeldoko Batal Dilaksanakan

“Poster-poster tersebut hanya berisi permohonan agar presiden memperhatikan dan mendengar aspirasi mereka. Jika ungkapan sejinak ini saja tidak diperbolehkan, maka semakin mengindikasikan bahwa ruang kebebasan berekspresi di Indonesia terus menyusut,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Dia mengatakan aparat kepolisian seharusnya melindungi warga yang hendak mengungkapkan pendapatnya secara damai, bukan malah menghalang-halanginya.

“Meskipun polisi mengatakan mereka hanya ‘diamankan’ dan tidak ditahan, perlakuan seperti ini jelas akan menciptakan efek gentar yang dapat membuat orang semakin takut untuk menyampaikan pendapatnya,” kata dia.

Dalam hal ini, Usman Hamid beharap pemerintah tidak boleh menutup mata atas kejadian-kejadian seperti ini dan memastikan bahwa aparat penegakan hukum mengerti bahwa masyarakat mempunyai hak untuk mengekspresikan pendapatnya secara damai di depan umum.

Polisi Ungkap Hasil 10 Hari Penyelidikan Dugaan Pelecehan dan Perundungan dii KPI

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar