logo


Respons Letjen Dudung soal Hindari Fanatisme Agama, Gus Yaqut: Semua yang Berlebihan Memang Tak Baik

Sikap fanatik terhadap agama sebaiknya diterapkan untuk diri sendiri.

15 September 2021 11:37 WIB

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendukung pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman tentang menghindari sikap fanatik terhadap suatu agama.

Pria yang kerap disapa Gus Yaqut Cholil ini menilai segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.

“Semua yang berlebihan kan tidak baik,” jelas Menteri Yaqut dalam keterangaannya, dilansir dari Fajar.co.id, Rabu (15/9).


Kecam Perusakan Masjid Ahmadiyah, Menag Minta Pelaku Diproses secara Hukum

Gus Yaqut menjelaskan, sikap fanatik terhadap agama sebaiknya diterapkan untuk diri sendiri. Dia mengingatkan masyarakat agar tak memaksakan keyakinannya terhadap orang lain, apalagi kepada mereka yang berbeda agama.

“Lemah lembut kepada orang lain, bahkan yang berbeda keyakinan. Jangan di balik. Fanatik apalagi yang berlebihan diberlakukan untuk orang lain, sementara untuk diri sendiri malah lunak,” terang Yaqut.

“Bagi pemeluknya, tentu agamanya paling benar di mata Tuhan kan? Bukan berarti tidak boleh kritis terhadap keyakinan yang dipeluk orang lain yang berbeda. Tetap boleh kritis dalam mencari kebenaran absolut, dengan mengedepankan dialog,” tambahnya.

Sebelumnya, Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman berpesan kepada para prajurit agar menghindari sikap fanatik terhadap suatu agama.

“Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” tegas Dudung saat melakukan kunjungan ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin (13/9).

Letjen Dudung Sebut Semua Agama Benar di Mata Tuhan, Menag Sependapat: Bukan Tidak Boleh Kritis, Tapi...

Halaman: 
Penulis : Iskandar