logo


Stafsus Presiden Dianggap Hina Pesantren, Begini Reaksi PKS

Mardani tak setuju jika santri yang tak mau mendengar musik dianggap hasil pendidikan yang salah.

15 September 2021 11:14 WIB

pkstv

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera bereaksi terhadap pernyataan Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono yang dianggap menghina pesantren.

Sebelumnya, anak dari mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono itu menuding santri menutup telinga saat mendengar musik merupakan sebuah gambaran pendidikan yang keliru.

Menurut Mardani, tuduhan Diaz tersebut sama sekali tidak benar. Hal ini disampaikan lewat akun Twitter @mardanialisera.


Peternak Ditangkap Usai Bentangkan Poster ke Jokowi, PKS: Dia Minta Tolong ke Presidennya

“Pernyataan apalagi dari orang di lingkaran Pak @jokowi yang terkesan merendahkan pesantren (santri) adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan,” tulisnya, dikutip Rabu (15/9).

Anggota DPR RI ini menerangkan bahwa pesantren adalah tempat menuntut ilmu dan menguatkan iman. Pesantren juga banyak berperan dalam pembangunan bangsa.

“Jangan bandingkan budaya pesantren kita dengan yang ada di negara lain. Para ulama sudah membuat budaya pesantren kita sangat lokal,” jelasnya.

Mardani lantas mengingatkan umat Islam agar tidak terpancing dengan pernyataan Diaz tersebut.

“Umat Islam jangan terprovokasi dengan pernyataan yang menyudutkan pesantren. Cukup buktikan dengan prestasi,” tandasnya.

Diketahui, Diaz Hendropriyono turut menyoroti sekelompok santri yang menutup telinga saat mendengar musik. Dia mengunggah video tersebut di akun Instagram-nya.

Namun, video itu juga menampilkan sejumlah pria berjubah putih atau gamis sedang menari diiringi alunan musik.

“Sementara itu… kasian dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. There’s nothing wrong to have a bit of fun!” tulis Diaz.

PWNU Sebut Gibran Layak Pimpin Jakarta, PKS: Masih Harus Membuktikan Diri

Halaman: 
Penulis : Iskandar