logo


Optimis Formula E Juni 2022, Riza Akui Tak Takut Ancaman Gugatan Internasional

Riza sebut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan bahwa penyelenggaraan Formula E tidak merugikan negara.

15 September 2021 05:30 WIB

Ahmad Riza Patria.
Ahmad Riza Patria. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku tidak takut dengan ancaman gugatan internasional terkait penyelenggaraan Formula E. Ia menegaskan bahwa semua proses sudah berjalan sesuai dengan ketentuan.

"Kalau ada orang berpendapat beda, itu hak pribadi mereka untuk berpendapat, tapi yang penting semua proses sudah sesuai ketentuan peraturan yang ada," kata Riza seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (14/9/2021).

Riza menambahkan bahwa pihaknya sudah bernegosiasi kepada penyelenggara Formula E agar diberi kemudahan, termasuk terkait commitment fee sebesar  121,102 juta Poundsterling atau setara dengan Rp2,3 triliun.


Tak Peduli dengan Baliho 'Anies for 2024', Wagub DKI: Kami Fokus Jadikan Jakarta Kota Bahagia

"Kami bernegosiasi juga supaya ada perbaikan dan pembiayaan yang semakin murah," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan bahwa Pemprov DKI telah melakukan pembayaran sebesar Rp560 miliar dengan rincian GBP 29 juta atau setara Rp360 miliar pada 2019 dan GBP 11 juta atau setara Rp200,3 miliar pada 2020. Ia mengatakan bahwa pembayaran yang telah dilakukan berlaku untuk tiga tahun.

"Itu ada kemudahan dan pengurangan biaya secara umum. Biayanya lebih murah karena diperuntukkan untuk tiga tahun," sambungnya.

Lebih lanjut, Riza mengaku optimis Formula E akan diselenggarakan pada Juni 2022. Pasalnya, kata dia, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan bahwa penyelenggaraan Formula E tidak merugikan negara.

"BPK sudah menyatakan hasil pemeriksaan Formula E baik, bahkan tidak pernah merekomendasikan penundaan pelaksanaan," pungkasnya.

Heboh Mural Mirip Jokowi 'Oke Lah 3 Periode' di Jaksel, Pemprov DKI: Jangan Buat yang Tendensius!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati