logo


PBB Bilang Kondisi Suriah Masih Belum Aman untuk Pemulangan Pengungsi

PBB mengatakan jika tindak kekerasan, pelanggaran HAM dan penahanan sepihak oleh pemerintah Suriah terhadap warga sipil masih terus berlanjut, sehingga sangat tidak aman bagi para pengungsi untuk dipulangkan

14 September 2021 22:15 WIB

Kamp pengungsi asal Suriah
Kamp pengungsi asal Suriah istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Sejumlah investigator PBB untuk tindak kejahatan perang pada Selasa (14/9) mengatakan jika situasi Suriah untuk saat ini masih belum kondusif untuk proses pemulangan para pengungsi, mengingat tindak kekerasan dan pelanggaran HAM di negara tersebut masih sangat tinggi, disertai banyaknya kasus penahanan sepihak yang dilakukan oleh pemerintahan Bashar Al Assad.

"Setelah satu dekade, pihak-pihak yang terlibat konflik terus melakukan tindak kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan serta melanggar hak asasi manusia di Suriah," kata Ketua Komisi Investigasi PBB, Paulo Pinheiro, dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Reuters.

"Perang terhadap warga sipil Suriah terus berlanjut, dan sulit bagi mereka untuk menemukan keamanan atau tempat berlindung yang aman di negara yang dilanda perang ini," tambahnya.


Empat Kapal Perang China Dilaporkan Berlayar di Dekat Alaska, Aksi Balasan?

Dalam laporannya, Pinheinro juga mengatakan jika insiden penahanan warga sipil secara sepihak dan tanpa adanya surat pemberitahuan terus dilakukan oleh pasukan pemerintah.

"Komisi terus mendokumentasikan tidak hanya penyiksaan dan kekerasan seksual dalam penahanan tetapi juga kematian dalam penahanan," lanjutnya.

Situasi perang di Suriah yang muncul dari gerakan pemberontakan melawan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad sejak satu dekade lalu diketahui telah memicu krisis pengungsi terbesar di dunia. Sejumlah negara di Timur Tengah telah menampung sekitar 5,6 juta pengungsi asal Suriah, sementara lebih dari satu juta pengungsi lainnya saat ini berada di beberapa negara Eropa.

 

Sejumlah Anggota Rombongan Teruji Covid-19, Putin "Terpaksa" Isolasi Mandiri

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia