logo


Jokowi Teken Perpres Dana Abadi Pesantren, Dewan Syura PKB: Langkah Awal Menuju Kemandirian Pesantren

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Maman Immanulhaq menyambut baik keputusan Presiden Jokowi mengeluarkan perpres tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

14 September 2021 20:13 WIB

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Immanulhaq (kanan) berpose bersama Presiden Joko Widodo
Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Immanulhaq (kanan) berpose bersama Presiden Joko Widodo istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Awal bulan September ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres Nomor 82 Tahun 2021 ini menjadi payung hukum yang memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menyediakan dan mengelola dana abadi pesantren yang bersumber dari dana abadi pendidikan.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi Jitunews, Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Maman Immanulhaq menyambut gembira atas keluarnya perpres yang telah dinanti-nantikan oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sejak lama. Pasalnya, PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar memang getol memperjuangkan adanya dana abadi pesantren.

Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini menyebut, kebijakan presiden ke-7 Indonesia ini adalah wujud komitmennya terhadap keberlangsungan pendidikan berbasis pesantren yang telah mengakar di Nusantara. Pesantren, tegasnya, perlu dijaga kelestariannya lantaran pesantren juga merupakan benteng atau penjaga dari ancaman paham radikalisme dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.


Tolak PPKM Darurat, Didi Riyadi Buat Surat Terbuka Tawarkan Alternatif Ini ke Jokowi

Menurut Anggota Komisi VIII DPR RI ini, dengan keluarnya Perpres 82 Tahun 2021, adalah langkah awal menuju kemandirian pesantren. Dana abadi pesantren bakal mendukung kehidupan pesantren yang semakin maju dan lebih adaptif menjawab tantangan zaman.

"Sikap PKB tentunya menyambut baik keluarnya Perpres Nomor 82 Tahun 2021 yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 September lalu. PKB menyebut kebijakan ini adalah bentuk kepatuhan pemerintah terhadap konstitusi," kata KH Maman Immanulhaq kepada wartawan, Selasa (14/9).

Kang Maman, begitu biasa ia disapa, menjelaskan, dana abadi pesantren bertujuan menjamin keberlangsungan program pendidikan pesantren bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban antargenerasi.

"Kontribusi pesantren terhadap negara ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Pesantren telah banyak memberikan manfaat dan melahirkan tokoh-tokoh besar terhadap bangsa ini. Presiden Jokowi sangat memahami itu sehingga beliau ingin pesantren semakin maju dan mengambil peran lebih jauh lagi terhadap bangsa dan negara Indonesia," kata Kang Maman menutup.

 

Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi, WHO Minta Aturan PPKM Diperketat dan Diperpanjang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia