logo


Peralatan Lembaga Pengawas Nuklir Internasional di Iran Rusak Akibat Serangan Sabotase Israel

Direktur Jenderal IAEA mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih menaksir tingkat kerusakan peralatan dan data mereka yang hilang akibat serangan sabotase di fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu

14 September 2021 20:30 WIB

Fasilitas pembangkit nuklir milik Iran
Fasilitas pembangkit nuklir milik Iran The Times of Israel

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Lembaga Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, pada Senin (13/9) mengatakan jika serangan yang dialami oleh fasilitas riset nuklir Iran di kawasan Karaj pada Juni lalu telah membuat sejumlah peralatan badan pengawas nuklir PBB tersebut rusak.

"Kami masih perlu memeriksa tingkat kerusakan dan hilangnya data," kata Grossi dalam sebuah konferensi pers pada Senin (13/9), dilansir dari Sputniknews.

Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menaksir seberapa buruk dampak serangan terhadap paralatan mereka.


Warga Rusia Ditahan oleh Pemerintah Ceko Tanpa Alasan Jelas, Moskow Minta Penjelasan

Pada tanggal 23 Juni lalu, media Iran melaporkan adanya “serangan sabotase” terhadap fasilitas nuklir di Karaj oleh drone quadcopter, yang mereka katakan hanya menyebabkan kerusakan pada atap. Tidak ada cedera pada staf atau peralatan lain karena pihak pemerintah Iran sudah memberlakukan tindakan pencegahan keamanan yang sangat ketat. Pusat Penelitian Pertanian dan Kedokteran Nuklir Karaj adalah fasilitas sipil yang dioperasikan oleh Organisasi Energi Atom Iran (AEOI).

Usai terjadinya insiden serangan tersebut, Teheran langsung menuding dinas intelijen luar negeri Israel,Mossad, sebagai pelakunya, mengingat mereka kerap melakukan operasi intelijen di dalam wilayah Iran, termasuk serangan siber April 2021 terhadap fasilitas nuklir Natanz dan pembunuhan salah satu ilmuwan nuklir senior Iran, Mohsen Fakhrizadeh, pada November 2020 lalu.

Sementara itu, IAEA sendiri sudah ditugaskan oleh PBB untuk mengawasi kepatuhan Iran terhadap perjanjian nuklir 2015 atau perjanjian JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Gabungan). Kesepakatan itu menetapkan batasan ketat pada kualitas dan kuantitas bahan nuklir yang dapat diproduksi oleh Iran.

Meski demikian, Teheran secara bertahap melakukan sejumlah pelanggaran aturan JCPOA setelah AS secara sepihak menarik diri pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi ekonomi Iran.

Soal Bantuan Internasional bagi Rakyat Afghanistan, PBB: Senilai Lebih dari $1 Miliar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia