logo


AS Bakal Ubah Nama Kantor Perwakilan Diplomatik Taiwan di Washington, Begini Reaksi China

Media China mengecam rencana Washington dan Taipei yang akan mengganti nama kantor perwakilan diplomatik Taiwan di AS

14 September 2021 19:00 WIB

Taiwan-China
Taiwan-China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Surat kabar China, The Financial Times, telah mengeluarkan peringatan bagi pemerintah Amerika Serikat dan Taiwan untuk membatalkan rencana mereka mengubah nama kantor perwakilan diplomatik Taipei di Washington.

Pada Sabtu akhir pekan lalu, sejumlah narasumber anonim melaporkan kepada The Financial Times, jika pemerintahan Joe Biden akan mempertimbangkan secara serius permintaan pemerintah Taiwan untuk merubah nama kantor perwakilannya di Washington, yang sebelumnya bernama "Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei" menjadi "Kantor Perwakilan Taiwan".

Menurut surat kabar bisnis tersebut, rencana tersebut sejauh ini sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak, termasuk penasihat kebijakan luar negeri kepresidenan AS, Kurt Campbell, Dewan Keamanan Nasional dan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.


Rusia Minta Komunitas Internasional Larang Penggunaan Senjata di Luar Bumi

The Financial Times juga meminta pemerintah China untuk segera mengambil tindakan tegas guna mencegah AS dan Taiwan meresmikan hubungan diplomatik mereka. Jika rencana itu benar-benar direalisasikan, maka secara tidak langsung AS mengakui kemerdekaan Taiwan dan ribuan pasukan AS secara leluasa dapat beroperasi di dekat wilayah China.

Sementara itu, rencana AS dan Taiwan tersebut juga mendapat kecaman dari kantor kedutaan besar China di Washington. Seorang juru bicara kedubes China secara terang-terangan mendesak pemerintah AS untuk menghentikan interaksi mereka dengan Taiwan dimana hal itu bisa dianggap memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Taiwan. Ia memperingatkan jika keputusan AS tersebut hanya akan merusak hubungan Beijing-Washington serta membahayakan stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Skotlandia Siap Gelar Referendum setelah Krisis Covid-19 Berakhir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia