logo


Skotlandia Siap Gelar Referendum setelah Krisis Covid-19 Berakhir

Pemerintah Skotlandia selama ini ingin melepaskan diri dari United Kingdom yang dipimpin oleh Inggris dengan menggelar jajak pendapat

14 September 2021 18:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

EDINBURGH, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Skotlandia, Nicola Sturgeon, pada Senin (13/9) mengatakan bahwa pihaknya akan kembali memberikan kesempatan bagi rakyat Skotlandia untuk menggelar jajak pendapat atau referendum yang akan menentukan apakah negara tersebut masih terus bergabung dalam persemakmuran Inggris atau memisahkan diri. Ia menambahkan jika pemungutan suara tersebut akan digelar setelah krisis Covid-19 berakhir.

"Selama (kampanye) pemilu, kami mengatakan bahwa saat krisis Covid-19 telah berlalu, kami akan memberikan rakyat Skotlandia pilihan untuk kemerdekaan, dan kami akan melakukannya," kata Sturgeon dalam pidatonya pada konferensi Partai Nasional Skotlandia (SNP), yang disiarkan oleh Sky News.

Pada tahun 2020 lalu, Sturgeon sudah mengatakan jika dirinya akan terus mengupayakan referendum pada tahun 2021 ini setelah pemilu perlemen, meski pemerintah Inggris kemungkinan besar tidak akan menyetujuinya.


Iran Kembali Ijinkan IAEA Awasi Fasilitas Nuklirnya

Pada awal Mei lalu, partai SNP yang dipimpin oleh Nicola Sturgeon berhasil memenangkan sebagian besar kursi parlemen Skotlandia. Sesaat setelah kemenangan tersebut, Sturgeon langsung memperingatkan London untuk tidak menghalangi gelaran referendum mereka, karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

Sebelumnya, banyak pakar telah memperingatkan jika langkah keluar dari persemakmuran Inggris tersebut akan membawa perubahan terhadap investasi dan kapasitas belanja pemerintah Skotlandia, serta Edinburgh juga harus beradaptasi dengan mata uang mereka sendiri.

Para peneliti memperkirakan bahwa langkah keluar dari persemakmuran juga akan meningkatkan gesekan di dalam hubungan perdagangan Skotlandia-Inggris, dimana hanya akan merugikan Skotlandia mengingat ketergantungan mereka selama ini terhadap Inggris lebih tinggi dibanding dengan ketergantungan Skotlandia terhadap Uni Eropa.

 

Rusia Minta Komunitas Internasional Larang Penggunaan Senjata di Luar Bumi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia