logo


Bamsoet Dinilai Layak Maju Pilpres 2024, ETOS: Elektabilitasnya Jauh di Atas Airlangga Hartarto

Nama Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjadi peringkat pertama, disusul Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Anies Baswedan

14 September 2021 14:27 WIB

Ketua Komisi III Bambang Soesatyo (Bamseot).
Ketua Komisi III Bambang Soesatyo (Bamseot). dok. dpr.go.id

JAKARTA,JITUNEWS.COM- Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah menyampaikan hasil survey internal nya kepada media, terkait nama-nama yang layak dan diharapkan menjadi pemimpin kelak di 2024 pada perhelatan Pilpres nanti,

Nama Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjadi peringkat pertama, disusul Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Anies Baswedan, sedangkan nama Ganjar Pranowo hilang menghilang dalam survei tersebut.

"Ini survey internal kami terbaru, memang belum kami publish, karena saya pernah janji dengan kawan-kawan media jadi saya sampaikan,” kata Iskandar di Jakarta, Selasa (14/9/2021).


Demokrat: Kita Berharap 3 atau 4 Paslon Pilpres 2024

Menurutnya Bamsoet adalah nama yang paling dominan dipilih responden, kedua AHY dan ketiga yaitu Anies Baswedan.

“Kenapa saya tak sebut urutan lainnya?, buat saya tidak terlalu penting, 3 besar adalah angka yang paling pas untuk menilai elektabilitas calon-calon,” kata dia.

“Kawan-kawan lihat aja kalau perlombaan, mana ada juara 4 atau 5, semua berakhir di urutan ke 3 kata Iskandar sedikit bercanda,” imbuhnya.

Alasan-alasan apa yang bisa mengarah ke Bamsoet sehingga menjadi calon terkuat versi survey ETOS Indonesia Institute?, Iskandar tak membeberkan terlalu panjang lebar.

“Hari ini masyarakat melihat figur yang tak terlalu banyak bicara di media-media, masyarakat juga sudah capek dengan statment-statmen pejabat publik, jadi kawan-kawan media bisa simpulkan itu semua,” kata Iskandar menambahkan.

Menurutnya survei dengan 1000 responden dengan margin eror 1,83% dengan tingkat kepercayaan 97% ini diharapkan bisa menjadi refrensi ke depan.

Apakah mungkin Bamsoet bisa menjadi presiden, mengingat Ketum Golkar Airlangga Hartarto juga sepertinya punya keinginan yang sama untuk maju di Pilpres 2024.

“Jika Airlangga mau melakukan konvesi partainya, seperti yang pernah dilakukan oleh ketum-ketum sebelumnya dan dilakukan dengan benar tanpa rekayasa, maka dipastikan Bamsoet yang paling layak disodorkan oleh partai nya untuk menjadi RI 1, tapi kalau sebaliknya saya yakin ini tindakan bunuh diri mas Airlangga,” kata Iskandar.

Dalam hal ini, Iskandar mengatakan bahwa Airlangga sebagai Ketum Partai Golkar harus berpikir objektif, bukan sebaliknya, Artinya elektabilitas Bamsoet jauh diatas elektabilitas Airlangga sendiri.

“Saya katakan iya, monggo cek, baleho bukan ukuran dalam pertarungan di politik, khan saya konsultan politik, baleho ada ukurannya dan ada manfaatnya, kalau masif tanpa tujuan juga endingnya nol lagi kata Iskandar, mohon digaris bawahi bahwa baleho bukan ukuran dalam mempopulerkan personal dan bukan juga bisa mendobrak elektabilitas personal,” tukasnya.

PAN Dorong Zulkifli Hasan Maju di Pilpres 2024

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar