logo


Heboh Santri Tutup Telinga karena Tolak Musik, Gus Nadir: Gak Harus Buru-buru Dianggap kayak Taliban

Ada perbedaan pendapat soal hukum musik di kalangan ulama.

14 September 2021 11:37 WIB

Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen Twitter @na_dirs

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Nadirsyah Husen alias Gus Nadir turut berkomentar cuplikan video yang menampilkan para santri, peserta vaksinasi, menutup telinga karena enggan mendengarkan musik.

Seorang warganet menuding perilaku santri itu terpengaruh Taliban. Menolak mendengarkan musik dinilai sikap yang berlebihan.

“Ada yang tahu ini dari santri mana? Lebay banget sampai menutup kupingnya. Indoktrinasi mengharamkan musik ini gak beda jauh dengan Taliban, ISIS, Al Qaeda & Wahabi Takfiri,” tulis akun Twitter @David_Wijaya03.


Sekjen NATO Dukung Keputusan Joe Biden Tarik Mundur Pasukan dari Afghanistan

Mengenai hukum musik, Gus Nadir menerangkan ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengharamkan, ada pula yang menghalalkan.

Gus Nadir mengatakan, orang yang meyakini musik haram bukan berarti penganut Taliban maupun ISIS.

“Gak harus buru-buru dianggap kayak Taliban. Hukumnya mendengarkan musik itu ada ulama yang bilang haram, dan ada yang bolehin. Kita hormati saja. Bagi yang bilang boleh, alasannya ada di gambar: Syekh Yusuf Qaradhawi, Kitab Nailul Awthar dan al-Fiqhul Islami Syekh Wahbah,” cuitnya di akun Twitter @na_dirs, dikutip Selasa (14/9).

Rocky Gerung Dibenci karena Kritis, Gus Umar: Bayangkan Satu Kubu sama Ngabalin, Dia Bisa Jadi Mendikbud

Halaman: 
Penulis : Iskandar