logo


Harta Pejabat Menanjak saat Pandemi, Novel Bamukmin Curiga Ada Aliran Dana Bansos

Novel mendorong adanya audit terkait sumber harta kekayaan pejabat.

13 September 2021 13:15 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menyebut peningkatan harta kekayaan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri di masa pandemi membuktikan bahwa pemerintah tidak peduli pada rakyat.

“Akhirnya semua tahu mana pemimpin yang membela rakyat dan negaranya tercermin dari potret kehidupannya,” kata Novel, seperti dilansir dari jpnn.com, Senin (13/9).

Novel lantas menaruh curiga karena kekayaan pejabat justru menanjak di tengah pandemi. Dia mendorong adanya audit terkait sumber harta kekayaan tersebut.


Rizal Ramli Sebut Jokowi Layak Dipenjara, Ngabalin: Ini Orangnya Sangat Pendendam

“Wajib diaudit apakah aliran korupsi bansos masuk ke kantong pribadinya atau keluarganya,” ujarnya.

Selain itu, anak buah Rizieq Shihab ini juga mendesak agar dugaan mafia Covid-19 diselidiki.

“Dugaan mafia Covid-19 atas bisnis vaksin atau alat kesehatan dan cek kesehatan melalui swab dan PCR, sehingga bisa tahu kejahatan kemanusian yang biadab dengan ratusan ribu nyawa melayang,” tegas Novel.

Sebelumnya, KPK mengungkap harta kekayaan para penyelenggara negara meningkat selama pandemi Covid-19. Salah satunya Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan laporan periodik 2020 yang disampaikan pada 12 Maret 2021, total harta Jokowi mencapai Rp 63.616.935.818 atau Rp 63,6 miliar.

Dibandingkan 2019, harta kekayaan Jokowi ini mengalami kenaikan sekitar Rp 8,9 miliar. Pada 2019 lalu, harta yang dilaporkan Jokowi dalam LHKPN sebesar Rp 54.718.200.893 atau Rp 54,7 miliar.

Tak Ada Bedanya, Arief Poyuono Sebut Jokowi dan SBY Presiden Tukang Utang

Halaman: 
Penulis : Iskandar