logo


Sekjen NATO Dukung Keputusan Joe Biden Tarik Mundur Pasukan dari Afghanistan

Sekjen NATO menilai memburuknya situasi proses evakuasi di bandara internasional Kabul tersebut disebabkan oleh runtuhnya pemerintahan Ashraf Ghani

12 September 2021 06:15 WIB

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, telah mendesak “penarikan bersyarat” pasukan AS dan NATO dari Afghanistan, yang akan mengikat Taliban* pada janji mereka untuk mencari solusi politik yang dinegosiasikan dengan semua kekuatan terkait. Stoltenberg menggarisbawahi bahwa pihaknya dan seluruh sekutu AS tidak merasa keberatan dengan rencana Joe Biden menarik seluruh pasukan AS pada akhir Agustus lalu.

“Masalahnya adalah bahwa Taliban tidak ingin bernegosiasi jika pemerintah di Kabul adalah bagian dari negosiasi itu… Kami semua sadar bahwa ini adalah keputusan yang sulit dan kami dihadapkan pada dilema yang sulit,” kata Stoltenberg dalam sebuah wawancara dengan The New York Times.

Dia menambahkan bahwa opsi yang kemungkinan akan diambil oleh negara sekutu NATO pada saat itu adalah, “mengancam untuk pergi dan mengambil risiko Taliban kembali, atau tetap tinggal, tetapi kemudian dengan lebih banyak pertempuran dan lebih banyak korban.”


Kirim Bantuan BBM ke Lebanon, Iran Dianggap Raih Kemenangan Besar atas Sanksi AS

Menurutnya, mungkin tidak ada satu pun pihak yang memperkirakan jika Taliban dapat menggulingkan pemerintah yang didukung Barat dengan sangat mudah dan cepat. Tetapi semua orang memahami hal itu sebagai resiko dari penarikan pasukan NATO.

Stoltenberg juga membela keputusan Presiden Biden soal penarikan cepat dan evakuasi yang berjalan dengan tidak mulus setelah Taliban merebut ibu kota pada 15 Agustus. Menurutnya, penyebab memburuknya situasi dengan cepat di negara Asia Selatan itu adalah runtuhnya pemerintah Afghanistan.

“Apa yang kami lihat adalah runtuhnya kepemimpinan politik dan militer, dan itu memicu runtuhnya seluruh pertahanan melawan Taliban,” lanjut Stoltenberg.

Ia mengklaim bahwa dia sangat kecewa dan “patah hati melihat Taliban kembali”.

“Fokus utama saya adalah bagaimana kita dapat mempertahankan keuntungan yang diperoleh dalam perang melawan terorisme dan bagaimana Anda mengeluarkan orang dari Afghanistan,” katanya.

20 Tahun Insiden Serangan 9/11, Wapres AS: Persatuan Sangat Penting bagi Amerika Serikat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia