logo


Serangan Houthi Yaman ke Arab Saudi Meningkat, AS Malah Tarik Sistem Pertahanan Udaranya

AS dikabarkan telah menarik sistem pertahanan udara mereka dari wilayah Arab Saudi ditengah meningkatnya intensitas serangan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman

12 September 2021 04:15 WIB

Sistem Pertahahan Rudal Patriot milik AS
Sistem Pertahahan Rudal Patriot milik AS istimewa

RIYADH, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat dikabarkan telah melucuti sistem pertahanan rudal dan baterai Patriotnya yang paling canggih dari Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir, bahkan ketika Arab Saudi menghadapi serangan udara lanjutan dari pemberontak Houthi Yaman.

Pengerahan kembali pertahanan dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan di luar Riyadh terjadi ketika negara-negara Teluk Arab menyaksikan penarikan pasukan AS yang kacau dari Afghanistan, termasuk evakuasi warga sipil dari bandara internasional Kabul.

Meski puluhan ribu pasukan Amerika untuk saat ini masih berada di Timur Tengah sebagai penyeimbang kekuatan dengan Iran, namun negara-negara Teluk Arab khawatir jika AS akan menarik pasukan militernya dari Asia karena merasakan ancaman yang semakin berkembang, sedangkan Timur Tengah masih membutuhkan pertahanan rudal AS tersebut.


Redam Peran AS di Asia-Pasifik, China Ingin Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dengan ASEAN

Sementara itu, negosiasi pemulihan perjanjian nuklir antara Iran dan AS di Wina yang sejauh ini masih terhenti juga membuat situasi ketegangan di kawasan belum reda, sehingga berpotensi meningkatkan resiko konfrontasi militer di Timur Tengah.

“Dari sudut pandang Saudi, mereka sekarang melihat Obama, Trump dan Biden – tiga presiden berturut-turut – mengambil keputusan yang sampai batas tertentu menunjukkann sikap pengabaian,” kata Kristian Ulrichsen, seorang peneliti di James A Baker III Institut Kebijakan Publik di Rice University.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Pertahanan AS, John Kirby, mengakui bahwa pihaknya telah melakukan "penempatan kembali aset pertahanan udara tertentu". Meski demikian, dia mengatakan bahwa AS masih terus mempertahankan komitmen "luas dan dalam" kepada negara-negara sekutu Timur Tengahnya.

“Departemen Pertahanan terus mempertahankan puluhan ribu pasukan dan postur kekuatan yang kuat di Timur Tengah yang mewakili beberapa kekuatan udara dan kemampuan maritim kami yang paling maju, untuk mendukung kepentingan nasional AS dan kemitraan regional kami,” kata Kirby.

China Minta Vietnam Tak Bikin Situasi Laut China Selatan Semakin Rumit

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia