logo


Redam Peran AS di Asia-Pasifik, China Ingin Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dengan ASEAN

Pemerintah China menggelar acara China-ASEAN Expo ke-18 dan China-ASEAN Business and Investment Summit pada Jumat (10/9)

11 September 2021 16:15 WIB

Pelabuhan Shanghai, China
Pelabuhan Shanghai, China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pemerintah China berencana untuk meningkatkan kerjasama di sektor ekonomi digital, perdagangan, investasi dan penanganan pandemi dengan negara-negara ASEAN. Hal tersebut diwujudkan dengan menggelar acara China-ASEAN Expo ke-18 dan China-ASEAN Business and Investment Summit pada Jumat (10/9) yang juga menandai 30 tahun hubungan dialog China-ASEAN.

Kedua acara tersebut digelar tiga pekan usai sejumlah pejabat AS, termasuk Wapres Kamala Harris, berkunjung ke Asia Tenggara untuk mendorong Singapura dan Vietnam lebih menekan China.

"Selama 30 tahun terakhir, kedua belah pihak bersama-sama mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan mempromosikan pembangunan dan kemakmuran, memberikan contoh kerja sama yang baik di kawasan Asia-Pasifik," kata Wang Qishan, wakil presiden China, dikutip The Global Times.


Rusia Yakin Gejolak Situasi di Afghanistan Tak Akan Picu Ketidakstabilan di Kawasan

"China siap memperkuat kerja sama dengan ASEAN dalam perdagangan elektronik, data besar, dan kecerdasan buatan," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Wang juga menjelaskan bahwa Beijing juga siap bekerja sama dengan ASEAN untuk memajukan proyek infrastruktur Belt and Road Initiative (BRI) dengan kualitas tinggi, yang menghubungkan strategi pembangunan ASEAN dan memberikan lebih banyak hasil kerja sama praktis.

Menurut laporan bea cukai China, Perdagangan antara Beijing dan ASEAN meningkat dari $8,36 miliar pada tahun 1991 menjadi $685,28 miliar pada tahun 2020, dimana China telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 12 tahun berturut-turut.

“Dalam 30 tahun terakhir, hubungan China-ASEAN mengalami lompatan kualitatif baik secara mendalam maupun luas dengan kerjasama yang diperluas dari bidang non-sensitif ke bidang sensitif seperti kerja sama di Laut China Selatan. Sejak pandemi, kedua belah pihak menjajaki kerja sama baru. bidang di sektor kesehatan masyarakat, seperti memajukan pembangunan pusat cadangan pasokan medis 10+3," kata Yang Xiyu, mantan diplomat China.

Covid-19 di Jepang Belum Reda, Aturan Pembatasan Diperpanjang hingga Akhir September

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia