logo


Sindir KPI, Ernest Prakasa: Ribut Bicara Moral, Lupa Melirik Cermin

Bahkan Ernest menyebut KPI sebagai Komisi Pelecehan Indonesia.

11 September 2021 07:20 WIB

Ernest Prakasa
Ernest Prakasa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Komika Ernest Prakasa kembali angkat suara terkait kasus dugaan pelecehan seksual di lingkup KPI Pusat. Dia menyesalkan korban berinisal MS diminta untuk tidak mengakui adanya tindak pelecehan. Terlebih, desakan itu datang dari oknum pimpinan KPI.

Ernest mengatakan KPI saat ini tak pantas bicara moral di hadapan publik. Sebab, di lingkungannya sendiri terjadi kasus pelecehan yang diduga sengaja ditutupi.

“Ribut bicara moral, lupa melirik cermin. Komisi Pelecehan Indonesia,” sindirnya lewat akun Twitter @ernestprakasa, disitat Sabtu (11/9).


Ketua KPI Sebut Upin & Ipin Propaganda Malaysia, Begini Jelasnya

Sebelumnya dikabarkan bahwa pegawai KPI yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan, MS, diminta untuk menandatangani surat damai dan tak melanjutkan proses hukum.

Kuasa hukum MS, Mehbob mengatakan permintaan itu datang dari pihak komisioner (KPI).

Dia mengungkapkan, salah satu komisioner KPI menghubungi MS pada Rabu (8/9) lalu. Kliennya diminta untuk mendatangi kantor KPI tanpa didampingi pengacara.

"Ditelpon oleh komisioner ditunggu di KPI. Tiba-tiba tanpa adanya komisioner di sana, mungkin itu sudah skenario mereka, tiba-tiba sudah ada surat perdamaian. Dia disuruh tanda tangan," kata Mehbob, dikutip dari Kompas.com.

Berkat Lagu This Is Indonesia, Atta Halilintar Didapuk Jadi Duta Bela Negara

Halaman: 
Penulis : Iskandar