logo


Nggak Ada Satu pun Tokoh Syi'ah dalam Kabinet Taliban, Begini Respons Iran

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendesak Taliban untuk membentuk sebuah pemerintahan inklusif di Afghanistan

10 September 2021 21:08 WIB

Taliban
Taliban twitter.com

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Iran terus menekankan permintaannya kepada Taliban agar membentuk pemerintahan permanen inklusif di Afghanistan sehingga dapat menampung seluruh kepentingan berbagai kelompok yang ada di negara tersebut.

Pada Rabu (8/9), sejumlah menteri luar negeri negara tetangga Afghanistan, diantaranya Iran, China, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan dan Pakistan, telah menggelar pertemuan secara virtual terkait perkembangan situasi di Afghanistan. Pertemuan tersebut digelar sehari setelah Taliban mengumumkan formasi kabinet pemerintahan baru Afghanistan, yang didominasi oleh anggota Taliban sendiri tanpa memasukkan satu tokoh komunitas Syi'ah ataupun tokoh wanita.

Menurut pernyataan kementerian luar negeri pada hari Kamis, diplomat top Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa Iran akan terus menindaklanjuti pembentukan "pemerintahan inklusif dengan partisipasi semua orang" dan berharap Taliban akan mematuhi janjinya untuk membentuk pemerintahan semacam itu.


Putin-Lukashenko Setuju Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi Rusia-Belarusia

“Pengalaman telah menunjukkan bahwa pemerintah non-inklusif tidak melakukan apa pun untuk membantu stabilitas, perdamaian, dan kemajuan di Afghanistan, jadi harapan kami dari para menteri luar negeri adalah mengumumkan perlunya pembentukan pemerintah inklusif dengan suara yang bersatu,” katanya.

Pembangunan Nord Stream 2 Selesai, Kiev: Ukraina Akan Terus Melawan Proyek Politik Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia