logo


Taliban Dikabarkan Lakukan Pembersihan Etnis di Provinsi Panjshir

Kelompok Taliban yang kini menguasai pemerintahan Afghanistan dikabarkan telah mengusir ribuan warga sipil dari wilayah provinsi Panjshir yang menjadi basis Front Perlawanan Afghanistan

10 September 2021 11:30 WIB

Ilustrasi Pejuang Taliban
Ilustrasi Pejuang Taliban Sputniknews

KABUL, JITUNEWS.COM - Kelompok Taliban dikabarkan telah mengusir ribuan orang warga sipil keluar dari Provinsi Panjshir dan melakukan pembersihan etnis di wilayah tersebut. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA), Ali Nazary, Jumat (10/9).

"Taliban telah mengusir ribuan orang dari Panjshir. Mereka melakukan pembersihan etnis & dunia hanya mengawasi dan masih mengabaikan situasi ini," tulis Nazary di halaman Twitter-nya, melampirkan rekaman yang diduga diambil di provinsi tersebut.

Sebelumnya, Taliban juga sudah berhasil merebut benteng terakhir pasukan perlawanan di provinsi Panjshir pada hari Senin awal pekan ini, atau sehari sebelum mereka mengumumkan susunan kabinet pemerintahan sementara Afghanistan.


Soal Pembahasan Denuklirisasi dengan Korut, AS: Kami Siap untuk Bertemu

Seorang mantan pejabat parlemen Afghanistan, yang kini bergabung dengan Front Perlawanan Afghanistan, berpendapat bahwa orang-orang di Afghanistan tidak pernah mau menerima pemerintahan Taliban. Ia menambahkan bahwa rakyat kini menunggu saat yang tepat untuk bangkit melawan.

“Kelompok dan partai politik, mereka berperang melawan Taliban dua dekade lalu. Tapi sekarang, mereka siap untuk mulai berperang melawan Taliban sekali lagi. Mereka mencari peluang,” kata Fahim Fetrat, mantan politikus senior sekaligus penasihat di majelis rendah parlemen Afghanistan, beberapa waktu lalu.

“Ketika Anda melihat video dan gambar orang-orang di Afghanistan yang mencoba melarikan diri ketika Taliban datang ke ibu kota, mereka bahkan mencoba bertahan di luar pesawat. Semua orang Afghanistan mencoba melarikan diri karena mereka tidak pernah siap untuk melarikan diri. hidup di bawah bendera Taliban. Ini menunjukkan Taliban tidak didukung oleh rakyat," tambahnya.

Virus Terus Bermutasi, Joe Biden Akan Segera Umumkan Strategi Baru Lawan Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia