logo


Rumor NATO Berencana Kirim Pengungsi Afghanistan ke Asia Tengah, Rusia: Bencana yang Nyata

Rusia memperingatkan kepada negara anggota NATO untuk tidak mendorong pengungsi Afghanistan masuk ke wilayah Asia Tengah atau negara tetangga Afghanistan

9 September 2021 22:15 WIB

Juru bicara pemerintah Rusia, Maria Zakharova
Juru bicara pemerintah Rusia, Maria Zakharova istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Rencana yang dibuat oleh blok NATO pimpinan AS untuk mengirim pengungsi dari Afghanistan ke negara-negara tetangga di Asia Tengah dapat berubah menjadi bencana bagi negara-negara Eropa yang mendorongnya, bahkan jika mereka belum menyadarinya.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, yang mengomentari sebuah publikasi oleh saluran Telegram 'Diplomatic Source,' yang menyebut NATO ingin membayar negara tetangga Afghanistan untuk membawa pengungsi Afghanistan yang melarikan diri dari negara itu, sehingga menghindari krisis pengungsi lainnya.

"Ini adalah sebuah rencana bencana yang nyata," tulis Zakharova, dikutip RT.com.


Balas Provokasi AS, China Harus Kirim Kapal Perang ke Teritorial AS

“Jika orang-orang NATO mendorong pembukaan perbatasan Afghanistan dengan negara tetangganya, Eropa akan berada dalam dunia yang terluka. Meskipun mereka tampaknya belum memahaminya,” tambahnya.

Laporan dari sebuah saluran anonim Telegram mengklaim bahwa negara-negara Eropa Barat telah menawarkan "uang dan sumber daya" ke Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan jika mereka setuju untuk menerima pengungsi dari Afghanistan.

"Jerman menjanjikan jumlah besar ratusan juta euro ke daerah jika mereka membuka perbatasan mereka untuk pengungsi. Apa pun untuk menjaga Afghanistan dari perbatasan mereka," tulis saluran anonim menyarankan.

Hingga saat ini, masih belum diketahui bagaimana saluran Telegram tersebut menerima informasi ini.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin telah memperingatkan agar tidak menerima pengungsi Afghanistan dalam jumlah besar, dan menjelaskan bahwa runtuhnya pemerintah yang didukung Amerika di Afghanistan dapat menimbulkan ancaman serius bagi negara-negara terdekat. Putin telah mengindikasikan bahwa banyak dari warga sipil Afghanistan tersebut bisa jadi adalah anggota kelompok teroris yang menyamar.

"Siapa pengungsi ini? Bagaimana kami bisa tahu? Mungkin ada ribuan atau bahkan jutaan," kata Putin. "Perbatasannya adalah seribu kilometer - mereka akan menaiki segalanya, mobil, bahkan keledai, dan melarikan diri melintasi padang rumput," ujar Putin.

Covid-19 Bakal Jadi Virus Musiman, Pakar Kesehatan Swedia Tak Yakin Herd Immunity Bisa Dicapai

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia