logo


Balas Provokasi AS, China Harus Kirim Kapal Perang ke Teritorial AS

The Global Times menyarankan pemerintah China untuk mengirimkan kapal perang ke wilayah teritorial AS untuk membalas tindakan provokatif yang selama ini dilakukan oleh militer AS di Laut China Selatan

9 September 2021 21:45 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi reuters

BEIJING, JITUNEWS.COM - China harus menanggapi provokasi berkelanjutan dari militer AS di Laut China Selatan dengan mengirim kapal perangnya ke perairan dekat pangkalan militer AS di Asia-Pasifik dan ke garis pantai negara sekutu AS. Demikian saran dari sebuah artikel editorial media pemerintah China, The Global Times.

Menurut surat kabar tersebut, Beijing harus "mengambil tindakan" dan menciptakan kemampuan untuk melakukan operasi pengintaian di perairan, yang dianggap teritorial oleh AS dan sekutunya di bawah hukum internasional.

"Hanya dengan membuat AS menelan pil pahitnya sendiri, kita dapat menyentuh saraf AS dan sekutunya, dan membentuk kembali pemahaman dunia barat tentang intimidasi AS di Laut Cina Selatan, AS pasti akan melihat pertunjukan PLA (militer China) di depan pintunya dalam waktu yang tidak terlalu lama," tulis editorial The Global Times tersebut.


Rusia Kirim Jet Sukhoi-nya Amankan Wilayah Perbatasan Belarusia-Eropa

Editorial tersebut mengutip insiden baru-baru ini yang melibatkan kapal perusak AS USS Benfold, yang berlayar hanya 12 mil laut dari Meiji Reef – salah satu pulau buatan yang didirikan Beijing di perairan Laut China Selatan.

Militer China meresponnya dengan mengerahkan jet dan mengirim kapal Angkatan Laut untuk mengusir USS Benfold dari perairan yang dianggap Beijing sebagai wilayahnya.

"Apa yang telah dilakukan AS adalah provokasi telanjang, dan ini jelas bagi semua orang. Ada banyak orang dan fasilitas China di Meiji Reef, dan kapal perang AS yang berlayar begitu dekat tampaknya menjadi ancaman. Pihak China tidak bisa tetap acuh tak acuh, tetapi harus mengambil tindakan pencegahan. Ini adalah akal sehat," kata editorial itu.

Sydney Bakal Buka Kembali Perekonomian meski Wabah Covid-19 Belum Reda

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia