logo


Lapas Tangerang yang Terbakar Kelebihan Kapasitas, Fahri Hamzah: Negara Tak Tahu Memperbaiki

Dia berharap yang terjadi pada Rabu kemarin, sebagai insiden terakhir yang menimpa Lapas

9 September 2021 14:40 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah turut prihatin dan berduka atas insiden kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, hingga menewaskan puluhan narapidana.

Dia berharap yang terjadi pada Rabu kemarin, sebagai insiden terakhir yang menimpa Lapas.

"Ikut berduka dengan para korban dan keluarganya. Cukuplah terakhir sekali ini jatuh korban nyawa. Cukuplah!" kata dia lewat keterangan tertulisnya, Kamis (9/9/2021).


Kebakaran Lapas Tangerang Tewaskan 41 Orang, Pakar: Menkumham Harus Mundur

Dalam hal ini, Fahri mengatakan Lapas memang tempat yang sebetulnya tidak manusiawi, ditambah lagi negara tidak tahu bagaimana cara membenahi Lapas, sementara kondisi Lapas terus mengalami penambahan warga binaannya.

"Lapas itu dianggap tempat yang tak perlu manusiawi. Negara karenanya tidak mau dan nggak tau cara memperbaiki lapas sementara penghuni tambah banyak," sebut dia.

Fahri yang pernah duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu bahkan menyebut, Lapas yang paling manusiawi di Indonesia adalah Lapas yang berada di Bandung, Jawa Barat, yakni Lapas Sukamiskin. Sebab, tempat itu sudah dibangun sejak zaman kolonial Belanda atau sudah berdiri sejak 103 tahun lalu.

"Lapas Sukamiskin, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sejak 1918 atau 103 tahun lalu. Bayangkan, penjajah bikin Lapas manusiawi abad lalu, sementara negara merdeka bikin Lapas kayak neraka kata menterinya (Menkumham) sendiri. Ini bom waktu!" ujarnya mengingatkan.

Fahri mengungkapkan selama dirinya bertugas sebagai Wakil Ketua DPR RI, dalam kunjungannya tak ada Lapas yang tidak mengalami kelebihan kapasitas.

Dirinya turut menggambarkan kondisi Lapas yang dihuni oleh puluhan napi sungguh mengerikan, layaknya ikan yang disimpan berdempetan.

"Dalam kunjungan saya ke seluruh lapas selama bertugas, tidak ada 1 lapas yang tidak overcapacity, bahkan ada yang 4 kali. Mengerikan! Tapi percuma karena memang nggak akan dibela. Lapas tempat orang yang tak layak dibela," pungkasnya.

Kebakaran Lapas Tangerang Diharapkan Jadi Momentum untuk Tuntaskan RUU Pemasyarakatan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar