logo


KITA Minta Pemerintah Hati-hati Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

KITA mendukung pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau, namun pula tidak mengesampingkan keselamatan anak-anak

9 September 2021 11:42 WIB

Maman Imanulhaq
Maman Imanulhaq Dok. KITA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) kembali menggelar diskusi virtual 'Reboan' yang diadakan secara daring, Rabu (8/9). Diskusi seru yang mengangkat tema "Tatap Muka Sekolah, Dinanti atau Ditakuti?" dihadiri oleh pengurus, simpatisan KITA, dan masyarakat umum.

Sebagai narasumber, KITA menghadirkan E.H.Aini Gebse Pattihahuan yang mewakili para orang tua, Pengasuh Ponpes Babakan, Ciwaringin, KH Abdul Muiz Syaerozi, dan pakar Biochemist, Ibu Nia.

Ketua Umum KITA, KH Maman Immanulhaq mengatakan, KITA sangat concern terhadap pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. KITA bakal menyoroti setiap kebijakan yang diambil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Apalagi soal kebijakan penting yang menyangkut keselamatan anak-anak Indonesia. Pada diskusi yang dipandu oleh pemerhati pendidikan, Amin Hidayat, KITA memberikan sejumlah masukan kepada pemerintah soal dampak dan keuntungan diadakannya pembelajaran tatap muka.


Vaksinator Kurang, Begini Solusi Ketua Relawan KITA

"KITA berkomitmen mendukung pembangunan manusia di Indonesia. Dalam hal dimulainya pembelaran tatap muka memang dilematis. KITA mendukung pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau, namun pula tidak mengesampingkan keselamatan anak-anak Indonesia," kata KH Maman Imanulhaq.

Sementara itu, Aini Gebse Pattihahuan dalam pemaparannya mengungkap kekhawatiran orang tua siswa yang takut kebijakan itu bakal membuat cluster baru penyebaran Covid-19. Apalagi program vaksinasi belum digelar secara merata. Ia meminta pemerintah untuk gencar memberikan sosialisasi vaksin terhadap anak agar kekhawatiran orang tua bisa terjawab.

Sementara itu, KH Abdul Muiz Syaerozi mengambil jalan tengah. Ia bercerita soal sejumlah persoalan bila PKBM terus digelar secara daring. Kyai Muiz mengungkap bahwa di daerah khususnya di perdesaan, masih banyak siswa yang tidak memiliki gawai untuk menunjang kegiatan belajar secara daring. Banyak keluarga yang tidak siap bila sekolah terus digelar secara daring.

Hal itu juga didukung oleh Nia, ia meluruskan sejumlah rumors buruk tentang vaksinasi. Apalagi program belajar mengajar dilakukan untuk kepentingan anak-anak Indonesia guna menghadapi masa depannya. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan soal Covid. Ia meminta orang tua untuk tidak takut mengizinkan anak-anaknya untuk diberikan vaksin Covid-19.

Sementara itu, Bendahara Umum KITA, Camelia Panduwinata Lubis mendesak pemerintah untuk mengkaji lebih dalam lagi soal penerapan pembelajaran tatap muka. Hal itu dilakukan lantaran merebaknya varian baru Covid-19.

"Jadi di sini pemerintah benar-benar harus mengkaji ulang kembali efek terburuknya, karena kita tidak mau anak kita jadi korban kegalauan kebijakan yang saat ini masih sering berubah-ubah. KITA tetap jadi garda terdepan mendukung pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 dengan tetap menjaga anak kita tetap sehat karena mereka penerus bangsa," kata Camel menutup.

Rayakan HUT ke-1, KITA Canangkan Aksi Merdeka dari Virus Akal Budi

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan