logo


Janji Ikut Sertakan Kaum Wanita ke dalam Kabinet, Taliban: Ini Pemerintahan Sementara

Juru bicara Taliban mengatakan bahwa pihaknya akan mengikut-sertakan kaum wanita dalam pemerintahannya di masa mendatang

9 September 2021 10:00 WIB

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid istimewa

KABUL, JITUNEWS.COM - Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pada Rabu (8/9) mengatakan bahwa pihaknya akan memasukkan kaum perempuan di dalam kabinet pemerintahan Afghanistan di masa mendatang. Hal tersebut ia sampaikan sehari setelah Taliban mengumumkan sususan kabinet pemerintahan sementara.

"Ini pemerintahan sementara. Kami akan memiliki pos untuk perempuan dengan menghormati hukum Syariah. Ini adalah permulaan, tetapi kami akan mencari kursi untuk perempuan. Mereka dapat menjadi bagian dari pemerintahan. Ini akan menjadi tahap kedua," kata Mujahid kepada BFMTV pada Rabu malam, dilansir dari Sputniknews.

Pada hari Rabu, ratusan warga Kabul melakukan protes di daerah Dashte Barchi di bagian barat Kabul dan menuntut Taliban mengikut-sertakan kaum perempuan dalam pemerintahan. Pada saat yang sama, para wanita berunjuk rasa di wilayah Kunduz untuk mendukung pemerintah sementara Afghanistan.


Minta Maaf kepada Rakyatnya, Mantan Presiden Afghanistan: Saya Berhutang Penjelasan

Organisasi Wanita PBB (UN Women), pada Rabu, juga menyampaikan bahwa mereka "sangat kecewa" pada komposisi pemerintah Afghanistan yang baru, karena tidak ada wanita. Kelompok itu menambahkan bahwa mereka telah menerima banyak laporan tentang perempuan yang dilarang meninggalkan rumah mereka untuk pergi bekerja atau menyelesaikan tugas sehari-hari.

Sementara itu, Pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada mengatakan bahwa Afghanistan akan memberlakukan hukum Syariah, dan menambahkan bahwa hak asasi manusia dan minoritas akan dilindungi sesuai dengan aturan Islam.

Iran Akui Sudah Jalin Kontak dengan Taliban soal Pemerintahan Sementara Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia