logo


Kebakaran Lapas Tangerang Tewaskan 41 Orang, Pakar: Menkumham Harus Mundur

Tragedi ini tidak bisa atau tidak cukup hanya dikatakan sebagai suatu musibah

9 September 2021 09:32 WIB

Yasonna saat meninjau langsung Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021).
Yasonna saat meninjau langsung Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerhati Sosial Politik dan Kebangsaan, Ariady Achmad mengaku miris dan prihatin atas tragedi kebakaran yang menelan korban jiwa sebanyak 41 orang di Lapas Kelas I Tangerang, Banten.

Menurutnya tragedi kemanusiaan ini sangat memilukan karena ada puluhan nyawa orang yang notabenenya dalam lingkup pengawasan negara tarpaksa meregang nyawa.

“Tragedi ini tidak bisa atau tidak cukup hanya dikatakan sebagai suatu musibah. Ini tentu ada keteledoran, pengabaian dan sistem yang tidak bekerja dengan baik. Ini tragedi yang sangat serius," ujarnya di Jakarta, Kamis (09/09/2021).


Soal Kebakaran di Lapas Tangerang, Dasco: Sudah Waktunya UU PAS Dikeluarkan

Dijelaskannya, alasan over kapasitas yang selalu dilontarkan Pemerintah hanya sebatas retorika tanpa ada upaya perbaikan secara konkret dari berbagai sisi.

"Problem over kapasitas di Lapas maupun Rutan itu persolan klasik. Bicara Lapas maupun Rutan yang over kapasitas mesti dilihat dari berbagai variabel. Tidak bisa hanya dilihat melalui satu model pendekatan saja semisal model pendekatan anggaran. Harus dilihat kenapa overcapacity, oh bisa jadi karena sistem sosial kita yang rapuh dan sistem ekonomi kita yang hanya menciptakan gap cukup dalam dan impact-nya tercipta kriminalitas sehingga Lapas jadi tempat terakhir bagi masyarakat yang jadi korban ketidakadilan selama ini," tegasnya.

Ariady mendesak agar pihak-pihak terkait untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

"Menkumham, Dirjen Lapas dan KA Lapasnya harus mundur sebagai bentuk tanggungjawab atas tragedi ini. Mengundurkan diri adalah bentuk tanggungjawab yang paling realistis mengingat tragedi ini sangat memilukan dan menyayat hati publik. Tidak cukup hanya dengan permintaan maaf dan alasan overcapacity,” kata dia.

“Ini jelas negara dalam hal ini pemerintah lalai akan hak-hak perlindungan dan keamanan yang layak bagi warganya," pungkasnya.

Soroti 41 Napi Tewas dalam Kebakaran Lapas Tangerang, DPD RI: Harus Menjadi Catatan Kemenkumham

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar