logo


Gawat! Wanita Kurus Ternyata Lebih Sulit Hamil Ketimbang Wanita Gemuk

Wanita dengan bobot di bawah normal memiliki kesempatan yang rendah untuk hamil.

13 Mei 2015 11:26 WIB

Ilustrasi wanita kurus berisiko sulit hamil
Ilustrasi wanita kurus berisiko sulit hamil

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wanita yang memiliki tubuh yang terlalu kurus bisa memiliki risiko mengalami gangguan pada reproduksi yang lebih buruk dibanding mereka yang obesitas. Wanita dengan berat badan gemuk memiliki risiko sulit hamil. Namun, risiko lebih tinggi dialami wanita dengan bobot di bawah ideal.

Richard Sherbahn, spesialis kesuburan, melakukan penelitian, mengatakan bahwa selama ini sosialisasi risiko gangguan kesehatan terlampau fokus pada pemilik tubuh obesitas. Sementara risiko kesehatan yang mungkin menyerang wanita pemilik tubuh super langsing kerap terabaikan.

Sudah cukup banyak yang menyadari bahaya obesitas. Tetapi, masih sangat sedikit yang melihat risiko lebih berbahaya di balik tubuh yang terlalu kurus. Kondisi ini mungkin berakibat pengaruhnya media yang selalu mencitrakan wanita super kurus sebagai sosok ideal dan cantik.


Ramai Beredar Air Kelapa Campur Jeruk Nipis Basmi Corona, Ini Faktanya

Dr Sherbahn dari Klinik Kesuburun di Chicago, melakukan analisis terhadap sekitar 2.500 pasien yang menjalani program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, selama periode delapan tahun.

Peneliti memilah pasien berdasarkan tiga kategori yaitu sangat kurus, normal dan obesitas. Kelompok sangat kurus dibatasi pasien yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) 14-18.

Hasilnya pun cukup mengejutkan. Sekitar 50 persen kelompok pasien dengan bobot normal berhasil memiliki anak. Kelompok pasien obesitas, 45 persen yang berhasil. Sementara kelompok pasien sangat kurus, hanya 34 persen yang berhasil hamil.

Dr Sherbahn juga mengatakan bahwa wanita dengan bobot di bawah normal memiliki kesempatan yang rendah untuk hamil. Mulanya dipikir akibat penurunan hormon estrogen yang umumnya menimpa wanita dengan bobot rendah.  Tetapi,  argumen tersebut dipatahkan karena pasien yang menjalani IVT menerima suntikan hormon sehingga tidak mungkin kekurangan estrogen. Terbukti, para wanita dari tiga kelompok yang dianalisis memproduksi jumlah sel telur yang sama.

Analisis pun berlanjut yang memunculkan argumen baru bahwa dinding rahim wanita yang memiliki berat badan kurang terlalu kurus berakibat dari kurang gizi.  Kondisi inilah yang memungkinkan membuat embrio lebih sulit melekat.

Charles Kingsland, konsultan ginekolog di Rumah Sakit Bersalin Liverpool sekaligus anggota British Fertility Society ini mengatakan, "Untuk beberapa orang, hamil adalah sangat mudah, tetapi untuk yang lain tampak begitu sulit. Karenanya, penting memerhatikan berat badan Anda,” tutupnya.

Ramai Beredar Minum Minyak Kayu Putih Tangkal Corona, Dokter Ini Ungkap Faktanya

Halaman: 
Penulis : Suciati, Hasballah
 
×
×