logo


Lembaga HAM Internasional Mengeluh Tak Diberi Akses oleh Pemerintah Belarusia

Pemerintahan Alexander Lukashenko hingga saat ini masih belum memberikan akses terhadap organisasi pengawas HAM internasional, sehingga pelanggaran HAM yang terjadi di negara tersebut belum bisa terungkap

8 September 2021 13:25 WIB

Presiden Belarus Alexander Lukashenko
Presiden Belarus Alexander Lukashenko istimewa

VILNIUS, JITUNEWS.COM - Tindakan keras pemerintah Belarusia terhadap organisasi hak asasi manusia tentu saja menghalangi kemampuan PBB untuk mendokumentasikan pelanggaran HAM yang terjadi di negara tersebut. Hal itu disampaikan oleh salah satu utusan PBB, Anais Marin, pada Selasa (7/9).

Seperti diketahui, pemerintah Belarus sudah dikenakan beberapa sanksi internasional setelah tindakan keras yang mereka lakukan atas pengunjuk rasa yang menentang terpilihnya kembali Alexander Lukashenko menjadi presiden di negara tersebut. Rival politiknya mengklaim jika Lukashenko melakukan tindak kecurangan dalam penghitungan suara.

Dalam sebuah konferensi pers di Vilnius, Lithuania, Marin mengaku tidak diizinkan masuk ke Belarus, dan dia mengatakan kontribusi dari Viasna, lembaga pengawas HAM, dan sukarelawannya sangat "penting" dalam mengungkap tindak pelanggaran HAM.


Cegah Imigran Ilegal, Meksiko Desak AS Tingkatkan Investasi di Amerika Tengah

"Penindasan mengerikan yang saat ini menargetkan Viasna memiliki dampak negatif langsung pada kapasitas kami di Jenewa untuk menindaklanjuti tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, mengumpulkan kesaksian dan melaporkan penindasan dengan benar, dan ini mungkin bukan kebetulan", katanya, dikutip Reuters.

Berbicara melalui tautan video, ia menyebut banyak sukarelawan Viasna yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara oleh rezim Lukashenko.

Ia mendesak agar sukarelawan tersebut segera dibebaskan dan tidak diperlakukan dengan buruk di dalam penjara.

"Tahun lalu, saya menilai situasi di Belarus sebagai bencana besar. Saya kekurangan kata-kata sekarang untuk mengungkapkan interpretasi saya tentang situasi tersebut. Saya tidak dapat membayangkan itu bisa menjadi jauh lebih buruk," kata Marin.

Israel Tingkatkan Upaya untuk Serang Program Nuklir Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia