logo


Kecam Praktik Ilmu Hitam di Gowa, MUI: Itu Bisikan Setan!

MUI Sulsel menekankan perlunya peran tokoh agama di suatu lingkup masyarakat.

8 September 2021 04:00 WIB

Korban penganiayaan pesugihan di Gowa
Korban penganiayaan pesugihan di Gowa iNews/Bugma

GOWA, JITUNEWS.COM – Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Ustaz Muammar Bakri menyesalkan praktik ilmu hitam yang mengorbankan mata seorang bocah perempuan di Kabupaten Gowa.

Dia menegaskan ajaran itu sangat dilarang oleh agama, khususnya Islam. Pengikut ilmu hitam akan diganjar dosa besar karena menyekutukan Tuhan.

“Kegiatan ini pasti mengarah pada kesyirikan dan dosa besar. Dalam Alquran, kita diajarkan selalu baca doa, kita (harus) selalu berlindung dari godaan setan,” ujarnya, dilansir dari Fajar, Rabu (8/9).


Tolak Presiden 3 Periode, Waketum MUI: Jangan Dikira Rakyat Senang

Bakri menjelaskan bahwa pesugihan itu berasal dari bisikan setan yang menggiring manusia untuk mengingkari ajaran Islam.

Menurutnya, peran tokoh agama diperlukan dalam suatu lingkungan. Terlebih masyarakat di daerah pelosok.

“Pesugihan itu, dalam ritual-ritualnya ya tentu bisikan setan yang ingin menggelincirkan manusia. Jadi perlu ada sinergi tokoh agama, ormas,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pesugihan merenggut nyawa terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan. Korbannya adalah anak kandung sendiri. DN meninggal diduga akibat dicekoki dua liter air garam.

Sedangkan adiknya, AP, menderita luka pada mata sebelah kanan akibat dicongkel oleh ibunya, Hasniati. Tak hanya ibunya, ayah hingga kakek korban disebut sudah terpengaruh ilmu hitam.

Bila Presiden 3 Periode Terwujud, Waketum MUI Yakin Rakyat Bakal Marah

Halaman: 
Penulis : Iskandar